Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Jesse Marsch Sesali Start Lambat Kanada Saat Takluk dari Swiss, Fokus Bangkit di Babak 32 Besar

Antara • Kamis, 25 Juni 2026 | 09:01 WIB
Pelatih Timnas Kanada Jesse Alan Marsch memantau latihan para pemainnya menjelang Piala Dunia 2026 di Toronto, Kanada, Senin (8/6/2026) waktu setempat. Kanada yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 tergabung dalam Grup B bersama Bosnia-Herzegovina, Swiss, dan Qatar. ANTARA FOTO/Xinhua/Zou Zheng/tom.
Pelatih Timnas Kanada Jesse Alan Marsch memantau latihan para pemainnya menjelang Piala Dunia 2026 di Toronto, Kanada, Senin (8/6/2026) waktu setempat. Kanada yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 tergabung dalam Grup B bersama Bosnia-Herzegovina, Swiss, dan Qatar. ANTARA FOTO/Xinhua/Zou Zheng/tom.

batampos – Pelatih Timnas Kanada Jesse Marsch menilai timnya kurang agresif saat menghadapi Swiss pada laga terakhir Grup B Piala Dunia 2026. Akibatnya, Kanada harus mengakui keunggulan Swiss dengan skor 1-2 di Stadion BC Place, Vancouver, Rabu (24/6) waktu setempat.

Meski menelan kekalahan, Kanada tetap berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar dengan status runner-up Grup B.

Marsch mengapresiasi semangat juang yang ditunjukkan para pemainnya sepanjang pertandingan. Namun, menurut dia, timnya gagal memanfaatkan momen-momen penting yang menentukan jalannya laga.

"Saya tahu tim kami memiliki semangat juang yang tinggi. Kami memiliki skuad yang akan mengerahkan segalanya di setiap momen pertandingan," ujar Marsch seperti dikutip dari laman resmi FIFA.

"Kuncinya terletak pada bagaimana kami menyikapi momen-momen krusial tersebut. Di awal laga, kami bermain agak ragu-ragu dan kurang agresif," tambahnya.

Kanada sebenarnya mampu memberikan perlawanan setelah tertinggal dua gol. Namun gol balasan yang dicetak Promise David pada menit ke-76 tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan.

Pelatih asal Amerika Serikat tersebut mengaku menyesali sejumlah keputusan taktis yang diambilnya, terutama pada awal babak kedua ketika Swiss mampu mencetak gol cepat dan mengubah jalannya pertandingan.

Marsch menilai dirinya seharusnya lebih cepat menerapkan formasi lima bek untuk meredam tekanan lawan dan mencegah Swiss memperoleh ruang untuk mengembangkan permainan.

"Saya menyesali beberapa keputusan. Mungkin saya seharusnya langsung menggunakan lima bek sejak awal babak kedua untuk menahan mereka mencetak gol lebih dulu," ungkapnya.

Meski demikian, Marsch tetap optimistis menatap fase gugur. Ia menegaskan target utama Kanada, yakni lolos dari fase grup, telah berhasil dicapai dan kini timnya siap menghadapi tantangan berikutnya.

"Saya sangat berterima kasih atas energi dan dukungan dari seluruh masyarakat Kanada. Sekarang kami akan menuju Los Angeles dan berusaha terus menjaga semangat serta antusiasme yang telah terbangun," katanya.

Kabar baik juga datang dari kondisi kapten tim Alphonso Davies yang diperkirakan sudah siap tampil pada pertandingan babak 32 besar.

"Posisi kami saat ini persis seperti yang kami harapkan, yaitu berhasil lolos ke fase gugur. Alphonso Davies seharusnya sudah siap untuk bermain," ujar Marsch.

Kanada menutup fase grup di posisi kedua klasemen Grup B dengan koleksi empat poin dari tiga pertandingan. Mereka unggul selisih gol atas Bosnia-Herzegovina yang harus tersingkir, sementara Swiss melaju sebagai juara grup dengan tujuh poin. (*)

 

Editor : Jamil Qasim
#Timnas Kanada #Jesse Marsch