batampos – Kroasia dan Ghana akan menjalani laga penentuan Grup L Piala Dunia 2026 saat bertemu di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat, Sabtu (27/6) pukul 24.00 WIB. Kedua tim hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan tempat di babak 32 besar, baik sebagai runner-up grup maupun salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Meski hasil imbang sudah cukup bagi kedua tim, pertandingan diperkirakan tetap berlangsung sengit. Posisi akhir klasemen akan menentukan calon lawan di fase gugur, sehingga kemenangan menjadi target yang lebih menguntungkan.
Inggris diprediksi mengunci status juara Grup L jika mampu mengalahkan Panama pada laga lainnya. Sementara Kroasia dan Ghana berpeluang menghadapi juara atau runner-up Grup K, yang kemungkinan ditempati Portugal atau Kolombia.
Ghana diperkirakan tetap mengandalkan permainan bertahan yang disiplin. Tim asuhan Carlos Queiroz sejauh ini tampil impresif dengan belum sekali pun kebobolan sepanjang fase grup. Mereka menjadi satu dari empat tim yang masih mencatat clean sheet, bersama Meksiko, Spanyol, dan Argentina.
Solidnya pertahanan Black Stars dibangun melalui organisasi permainan yang rapat, pressing terkoordinasi, dan serangan balik cepat. Strategi tersebut sukses meredam Inggris maupun Panama.
Sebaliknya, Kroasia diprediksi tampil lebih agresif. Tim asuhan Zlatko Dalic dikenal mengandalkan penguasaan bola, membangun serangan dari lini tengah, serta memanfaatkan pergerakan bek sayap untuk menekan lawan.
Statistik menunjukkan Kroasia lebih dominan dibanding Ghana sepanjang fase grup. Luka Modric dan kawan-kawan mencatat rata-rata penguasaan bola 52 persen, jauh di atas Ghana yang hanya 29,5 persen. Kroasia juga lebih produktif dengan menciptakan 16 peluang, tujuh di antaranya mengarah ke gawang, sementara Ghana hanya melepaskan sembilan percobaan dengan dua tepat sasaran.
Dominasi permainan Kroasia diperkirakan akan kembali bertumpu pada duet Luka Modric dan Mateo Kovacic di lini tengah. Saat mengalahkan Panama, Modric tampil luar biasa dengan menjadi pusat distribusi permainan melalui 79 umpan dan sejumlah umpan antarlini yang membuka ruang serangan.
Di sisi lain, Queiroz kemungkinan kembali menumpuk pemain di area pertahanan dengan lima bek dan empat gelandang untuk meredam kreativitas Kroasia. Ghana akan mengandalkan kecepatan pemain sayap seperti Antoine Semenyo, Kamaldeen Sulemana, atau Brandon Thomas-Asante untuk melancarkan serangan balik, dengan Inaki Williams maupun Jordan Ayew sebagai ujung tombak.
Pertandingan diperkirakan menjadi pertarungan dua filosofi berbeda. Kroasia akan mendominasi penguasaan bola dan terus membangun serangan, sedangkan Ghana memilih bertahan sabar sambil menunggu peluang melakukan serangan balik.
Kesabaran menjadi kunci dalam laga ini. Jika Kroasia mampu membongkar pertahanan rapat Ghana, mereka berpeluang mengamankan kemenangan. Namun, bila Ghana tetap disiplin bertahan dan efektif memanfaatkan peluang, Black Stars bisa kembali mencuri hasil maksimal sekaligus memastikan langkah ke babak 32 besar. (*)
Editor : Jamil Qasim