batampos - Formula E tidak sekadar memulai musim baru, tetapi membuka babak baru dalam sejarah kejuaraan balap mobil listrik dunia.
Mulai musim 2026–2027, penyelenggara menghadirkan berbagai perubahan signifikan, mulai dari mobil generasi terbaru hingga format balapan baru yang disebut - sebut membuat Formula E semakin menyerupai Formula 1 (F1).
Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya Formula E untuk meningkatkan daya saing sekaligus memberikan tontonan yang lebih atraktif bagi penggemar.
Salah satu sorotan utama adalah debut mobil Gen4, generasi terbaru mobil Formula E yang diklaim jauh lebih bertenaga dibanding pendahulunya.
"Peningkatan performa Gen4 membuat kejuaraan ini semakin mendekati level Formula 1," ujar CEO Formula E, Jeff Dodds, dikutip dari The Verge, Minggu (5/7).
Generasi mobil berikutnya berpotensi melampaui performa F1 dalam beberapa aspek, terutama terkait akselerasi dan teknologi kendaraan listrik.
Mobil mampu menghasilkan tenaga hingga 600 kW saat Attack Mode aktif dan memiliki kecepatan maksimum sekitar 335 kilometer per jam.
Gen4 menggunakan sistem penggerak empat roda secara permanen serta dua konfigurasi aerodinamika berbeda untuk sesi kualifikasi dan balapan.
Juara dunia dua kali, Fernando Alonso, mengaku tertarik mencoba mobil Gen4 setelah melihat spesifikasinya. Mobil terbaru Formula E terlihat cukup cepat dan menawarkan tantangan yang menarik bagi para pembalap.
Formula E juga memperkenalkan format balapan E-Prix Unleashed. Balapan sprint berdurasi sekitar 30 menit ini tidak lagi mewajibkan pit stop untuk pengisian daya cepat (Pit Boost), sehingga pembalap dapat tampil lebih agresif tanpa harus terlalu fokus menghemat energi baterai.
Konsep tersebut dinilai mirip dengan Sprint Race yang telah lebih dulu diterapkan Formula 1. Musim 2026 – 2027 akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Formula E dengan total 21 balapan di 13 kota.
Beberapa sirkuit legendaris yang identik dengan Formula 1, seperti Circuit of the Americas di Austin, Brands Hatch di Inggris, dan Zandvoort di Belanda akan masuk dalam kalender baru.(*)
Editor : Juliana Belence