Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Spanyol Vs Belgia: Ujian Sesungguhnya La Roja di Perempat Final Piala Dunia 2026

Antara • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:31 WIB
Ilustrasi. Pemain Spanyol merayakan gol dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Austria di Los Angeles Stadium (SoFi Stadium) di Inglewood, California, Amerika Serikat, pada 2 Juli 2026. ANTARA/Tayfun Coşkun - Anadolu Agency/pri.
Ilustrasi. Pemain Spanyol merayakan gol dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Austria di Los Angeles Stadium (SoFi Stadium) di Inglewood, California, Amerika Serikat, pada 2 Juli 2026. ANTARA/Tayfun Coşkun - Anadolu Agency/pri. 

batampos – Timnas Spanyol akan menghadapi ujian terberatnya di Piala Dunia 2026 saat berjumpa Belgia pada babak perempat final. La Roja datang dengan catatan impresif sebagai satu-satunya tim yang belum kebobolan sepanjang turnamen, namun Belgia dinilai memiliki kualitas yang mampu mengganggu dominasi permainan mereka.

Ketangguhan lini belakang Spanyol sejauh ini bukan semata karena solidnya pertahanan, melainkan karena kemampuan mereka menguasai permainan sejak awal. Tim asuhan Luis de la Fuente lebih sering memaksa lawan bertahan sehingga kesulitan membangun serangan.

Statistik menunjukkan dominasi tersebut. Dalam lima pertandingan sebelumnya, Spanyol menciptakan 93 peluang dengan 32 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara lima lawan yang mereka hadapi hanya mampu menghasilkan total 29 peluang.

Filosofi La Roja tetap sama, yakni menyerang sebagai bentuk pertahanan terbaik. Dengan penguasaan bola dan tekanan tinggi, Spanyol berusaha mematikan kreativitas lawan sejak lini tengah.

Namun, Belgia diprediksi menjadi lawan yang berbeda. Tim asuhan Rudi Garcia tampil agresif sepanjang turnamen dengan mengoleksi 13 gol, hanya kalah produktif dari Prancis dan Argentina. Mereka juga mencatatkan 107 peluang dengan 33 tembakan tepat sasaran.

Belgia dinilai memiliki keseimbangan antara lini serang dan pertahanan. Selain agresif menekan sejak daerah pertahanan sendiri (defensive pressure), Setan Merah juga memiliki organisasi permainan yang solid di lini tengah.

Karakter seperti itu pernah menyulitkan Spanyol. Portugal dan Uruguay mampu mengurangi intensitas serangan La Roja dengan tekanan tinggi, sementara Tanjung Verde bahkan berhasil memaksa Spanyol bermain imbang tanpa gol berkat disiplin bertahan.

Laga nanti diperkirakan akan berlangsung sengit di lini tengah. Spanyol masih mengandalkan Rodri sebagai pengatur tempo permainan, didukung Pedri yang aktif membuka ruang serta Lamine Yamal yang menjadi tujuan utama distribusi bola di sektor sayap.

Di kubu Belgia, Kevin De Bruyne akan menjadi motor serangan dengan dukungan Youri Tielemans, Leandro Trossard, Jeremy Doku, hingga Romelu Lukaku di lini depan. Namun Belgia dipastikan kehilangan gelandang Amadou Onana yang harus absen akibat cedera.

Selain pertarungan di lini tengah, duel di kedua sisi lapangan juga diprediksi menjadi penentu hasil pertandingan. Mayoritas gol kedua tim sepanjang turnamen lahir melalui skema serangan dari sektor sayap.

Meski Belgia dinilai memiliki kapasitas untuk mengimbangi permainan Spanyol, catatan pertemuan masih memihak La Roja. Dari 22 laga sebelumnya, Spanyol meraih 12 kemenangan atas Belgia. Bahkan dalam lima pertemuan terakhir sejak 2004 hingga 2016, Belgia selalu menelan kekalahan.

Kini, rekor tersebut akan kembali diuji. Spanyol berpeluang mempertahankan dominasinya sekaligus menjaga catatan nirbobol, sementara Belgia mengincar kejutan untuk menghentikan langkah La Roja menuju semifinal Piala Dunia 2026. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Spanyol Vs Belgia #Perempat Final Piala Dunia 2026