Kalah di FIBA 3x3 Batam, Perbasi Tetap Optimistis Kejar Target Olimpiade

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 16:30 WIB
Pertandingan FIBA 3x3 Challengers Batam 2026, di Alun-Alun Engku Putri, Batam Centre, Batam, Kepri. Foto: Istimewa
Pertandingan FIBA 3x3 Challengers Batam 2026, di Alun-Alun Engku Putri, Batam Centre, Batam, Kepri. Foto: Istimewa

batampos - Hasil pertandingan belum berpihak kepada wakil Indonesia pada ajang FIBA 3x3 Challengers Batam 2026. Namun, Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) menilai keikutsertaan di turnamen internasional tersebut menjadi langkah penting dalam membangun masa depan basket 3x3 Indonesia.

Dua tim Indonesia yang tampil pada kompetisi tersebut harus mengakui keunggulan lawan. Tim Balige kalah dari Liberec asal Republik Ceko dengan skor 9-21, sementara tim Kasai juga menyerah dengan skor sama dari Kaunas VDU, Lituania.

Meski gagal melaju lebih jauh, Perbasi tidak melihat hasil tersebut sebagai sebuah kemunduran. Sebaliknya, pertandingan melawan tim-tim papan atas dunia dianggap sebagai kesempatan bagi atlet Indonesia untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kualitas permainan.

Baca Juga: Jens Raven Nomor 24, Ini Daftar Lengkap Nomor Punggung Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sekretaris Jenderal PP Perbasi Nirmala Dewi mengatakan, sebagian besar pemain Indonesia yang tampil di FIBA 3x3 Challengers Batam baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi internasional dengan level tinggi.

"Memang para atlet kita harus mendapat lebih banyak lagi pengalaman, terlebih perhelatan FIBA 3x3 ini baru pertama kali mereka ikuti," kata Nirmala.

Menurutnya, proses pembinaan atlet tidak bisa hanya diukur dari kemenangan. Jam terbang menghadapi pemain asing dengan karakter permainan berbeda menjadi modal penting untuk perkembangan jangka panjang.

Kejar Poin Menuju Olimpiade

Nirmala menjelaskan, keikutsertaan Indonesia dalam ajang resmi FIBA memiliki tujuan strategis, yakni mengejar peringkat dunia yang menjadi salah satu jalur menuju Olimpiade.

Setiap turnamen yang diikuti memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengumpulkan poin. Karena itu, Perbasi berupaya menghadirkan dan mengikuti lebih banyak kompetisi internasional.

"Kalau ingin menuju Olimpiade seperti yang menjadi mimpi Perbasi, kami harus mengumpulkan banyak poin. Poin itu bisa didapat dengan menjadi tuan rumah maupun mengikuti turnamen seperti ini," ujarnya.

Ia menegaskan, kemenangan memang memberikan tambahan poin lebih besar. Namun, keberanian tampil di kompetisi dunia juga menjadi bagian dari strategi membangun kekuatan basket 3x3 nasional.

Baca Juga: Al Hilal Bidik Ousmane Dembele, PSG Siapkan Kontrak Baru

Atas dasar itu, Perbasi menurunkan tiga tim Indonesia dalam FIBA 3x3 Challengers Batam 2026 agar semakin banyak pemain memperoleh pengalaman internasional.

Perbedaan Fisik Jadi Tantangan

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad yang membuka turnamen tersebut menilai permainan atlet Indonesia sudah menunjukkan kemampuan bersaing.

Namun, ia melihat perbedaan postur tubuh menjadi salah satu faktor yang membuat lawan lebih unggul.

"Pertandingannya menarik, tapi kelihatannya kita perlu ikhtiar yang lebih serius lagi untuk menambah tinggi badan," ujar Amsakar sambil berkelakar.

Menurutnya, pemain dari Republik Ceko memiliki keunggulan fisik yang membantu mereka mendominasi duel di bawah ring. Meski begitu, dari sisi teknik dan semangat bertanding, atlet Indonesia mampu memberikan perlawanan.

Batam Buktikan Layak Gelar Ajang Dunia

Penyelenggaraan FIBA 3x3 Challengers Batam 2026 menjadi catatan penting bagi Kota Batam. Ajang tersebut digelar hanya sehari setelah Batam sukses menjadi tuan rumah FIBA 3x3 Women's Series.

Hal itu menjadikan Batam sebagai salah satu kota yang dipercaya menggelar dua rangkaian kompetisi basket 3x3 internasional secara beruntun.

Pembukaan turnamen dilakukan Amsakar Achmad bersama Sekretaris Jenderal PP Perbasi Nirmala Dewi dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura.

Baca Juga: Zinedine Zidane Favorit Gantikan Deschamps, Prancis Bersiap Memulai Era Baru

Amsakar menyampaikan apresiasi kepada FIBA dan PP Perbasi yang memberikan kepercayaan kepada Batam sebagai tuan rumah.

"Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh atlet dan ofisial. Mudah-mudahan cabang olahraga lain juga siap ketika Batam kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang internasional," katanya.

Menurutnya, event olahraga internasional tidak hanya berdampak bagi perkembangan olahraga, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata melalui konsep sport tourism.

Kepri Ingin Lahirkan Tim Peserta

Ketua Perbasi Kepulauan Riau, Suhadi, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan FIBA 3x3 Challengers menunjukkan Indonesia mampu menggelar kompetisi berstandar internasional.

Ia menyebut sejumlah atlet asing memberikan apresiasi terhadap kualitas lapangan dan fasilitas pertandingan di Batam.

"Kami berharap pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan DPP Perbasi bisa bersama-sama melanjutkan penyelenggaraan seri ini tahun depan," ujarnya.

Suhadi mengatakan Kepri selama ini aktif menggelar turnamen basket 3x3 tingkat daerah. Namun, tantangan berikutnya adalah menyiapkan tim lokal agar dapat tampil sebagai peserta pada ajang internasional.

"Tahun ini kami fokus pada penyelenggaraan. Insyaallah tahun depan kami akan membentuk tim untuk ikut bertanding," katanya.

Baca Juga: Cek Shio Kamu! 5 Zodiak Ini Disebut Punya Aura Kaya dan Beruntung

Sementara itu, pemain Balige Halmaherano mengaku tetap mendapatkan pengalaman berharga meski harus kalah dari Liberec.

Menurut pemain dengan tinggi badan 180 sentimeter itu, menghadapi tim-tim dunia menjadi kesempatan untuk memperbaiki kualitas permainan.

"Kita tetap harus mencoba yang terbaik agar bisa terus memperbaiki dan mengevaluasi permainan," ujarnya.

Bagi Perbasi, FIBA 3x3 Challengers Batam bukan hanya tentang hasil pertandingan, tetapi bagian dari perjalanan panjang membawa basket 3x3 Indonesia menuju panggung dunia. (*)

Editor : M Tahang
FIBA 3x3 Batam target Olimpiade Perbasi Kepri