batampos - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam diminta memperkuat sistem pembinaan dan penghargaan bagi atlet berprestasi agar mereka tidak mudah berpindah membela daerah lain.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi Komisi IV DPRD Kota Batam terkait pelaksanaan anggaran KONI Kota Batam Tahun Anggaran 2026, Jumat (14/8). Rapat tersebut dihadiri pengurus KONI Kota Batam dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Batam.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Dandis Rajagukguk, mengatakan rapat juga membahas persiapan menghadapi sejumlah agenda olahraga dalam waktu dekat, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
Menurut Dandis, sejumlah cabang olahraga juga menyampaikan kebutuhan terkait tata cara pengajuan proposal bantuan kegiatan. DPRD meminta KONI dan Dispora menyusun kebutuhan anggaran secara terukur sebelum disampaikan kepada legislatif.
“Kita sarankan mereka supaya memberikan masukan yang betul-betul real dan mengkaji antara Dispora dengan pihak KONI. Setelah itu mereka memberikan hasil diskusinya ke DPRD,” kata Dandis seusai rapat.
Ia mengatakan persoalan lain yang menjadi perhatian adalah banyaknya atlet Batam yang kemudian dibina atau direkrut daerah lain setelah meraih prestasi.
Baca Juga: Setahun Mati Air, 500 KK di Kampung Tua Dapur 12 Batam Menjerit
Dandis menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya pola pembinaan yang tidak berhenti ketika atlet berhasil meraih prestasi. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memberikan penghargaan sekaligus memastikan keberlanjutan pembinaan atlet.
“Proteksi yang berprestasi dan pembinaan itu memang kita tidak terlepas dari anggaran untuk pembinaan dan anggaran untuk pemberian penghargaan kepada yang berprestasi,” ujarnya.
Menurut dia, pemberian penghargaan penting untuk menjaga loyalitas atlet sekaligus menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap prestasi yang telah mereka capai.
“Kita berharap Batam juga bisa memunculkan atlet-atlet yang berprestasi. Bukan hanya memunculkan, tapi merawat juga atlet yang sudah berprestasi supaya tetap berada di naungan Kota Batam,” katanya.
Namun, pembahasan mengenai besaran kebutuhan anggaran KONI untuk pembinaan dan penghargaan atlet belum menghasilkan angka final. DPRD masih menunggu kajian bersama antara KONI dan Dispora.
“Rangka ideal itu belum muncul,” kata Dandis.
Selain atlet yang telah berprestasi, DPRD juga menyoroti pembinaan atlet sejak usia pelajar. Dandis menjelaskan pembinaan atlet pelajar tetap dilakukan melalui masing-masing cabang olahraga.
Atlet yang berkembang melalui cabang olahraga tersebut selanjutnya dapat memperoleh dukungan dan perhatian dari KONI.
“Dari pelajar tetap di atlet itu bernaung di cabang-cabangnya masing-masing. Dari cabang lah dia baru bisa dibantu oleh KONI dan nanti dia akan diperhatikan oleh KONI,” ujarnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri