DPRD Minta KONI Batam Cegah Atlet Berprestasi Pindah Daerah

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:01 WIB
Komisi IV DPRD Kota Batam rapat koordinasi dengan KONI Kota Batam dan Dispora Kota Batam di ruang rapat Komisi IV, Jum’at (14/8). Foto: JAMALUDDIN LOBANG/BATAM POS
Komisi IV DPRD Kota Batam rapat koordinasi dengan KONI Kota Batam dan Dispora Kota Batam di ruang rapat Komisi IV, Jum’at (14/8). Foto: JAMALUDDIN LOBANG/BATAM POS

batampos – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam diminta tidak hanya berfokus mencetak atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat sistem pembinaan dan penghargaan agar atlet potensial tidak berpindah membela daerah lain.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi Komisi IV DPRD Kota Batam terkait pelaksanaan anggaran KONI Kota Batam Tahun Anggaran 2026 yang digelar Jumat (14/8/2026). Rapat dihadiri jajaran KONI Kota Batam dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Batam.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Dandis Rajagukguk, mengatakan pembahasan tidak hanya menyangkut anggaran, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai agenda olahraga, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) serta kebutuhan pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga.

Menurutnya, DPRD meminta KONI dan Dispora menyusun kebutuhan anggaran secara terukur agar usulan yang diajukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pembinaan di lapangan.

"Kita sarankan mereka supaya memberikan masukan yang betul-betul riil dan mengkaji antara Dispora dengan pihak KONI. Setelah itu mereka memberikan hasil diskusinya ke DPRD," kata Dandis.

DPRD Soroti Atlet Berprestasi yang Pindah Daerah

Dalam rapat tersebut, DPRD juga menyoroti fenomena atlet asal Batam yang telah meraih prestasi namun kemudian memilih memperkuat daerah lain.

Menurut Dandis, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sistem pembinaan atlet di Batam masih perlu diperkuat, terutama dalam aspek keberlanjutan pembinaan dan pemberian penghargaan.

Ia menegaskan, atlet yang telah mengharumkan nama Batam perlu mendapatkan perhatian agar tetap memiliki ikatan dengan daerah.

"Proteksi yang berprestasi dan pembinaan itu memang kita tidak terlepas dari anggaran untuk pembinaan dan anggaran untuk pemberian penghargaan kepada yang berprestasi," ujarnya.

Dandis menilai penghargaan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas prestasi atlet, tetapi juga menjadi upaya menjaga loyalitas mereka untuk tetap membela Kota Batam.

"Kita berharap Batam juga bisa memunculkan atlet-atlet yang berprestasi. Bukan hanya memunculkan, tapi merawat juga atlet yang sudah berprestasi supaya tetap berada di naungan Kota Batam," katanya.

Pembinaan Harus Berkelanjutan

Menurut Dandis, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari pencarian bibit, pembinaan prestasi, hingga pemberian penghargaan yang layak.

Dengan sistem tersebut, atlet yang berkembang tidak kehilangan dukungan ketika telah mencapai prestasi.

Meski demikian, DPRD belum menetapkan besaran anggaran ideal untuk pembinaan maupun penghargaan atlet. Nilainya masih menunggu hasil kajian bersama antara KONI dan Dispora.

"Rangka ideal itu belum muncul," ujarnya.

Pembinaan Dimulai Sejak Usia Pelajar

Selain mempertahankan atlet berprestasi, DPRD juga menekankan pentingnya pembinaan sejak usia dini melalui sekolah dan cabang olahraga.

Menurut Dandis, proses pencarian bibit atlet tetap dilakukan oleh masing-masing cabang olahraga. Atlet pelajar yang menunjukkan potensi kemudian dapat memperoleh pembinaan lanjutan dari KONI.

"Dari pelajar tetap di atlet itu bernaung di cabang-cabangnya masing-masing. Dari cabang lah dia baru bisa dibantu oleh KONI dan nanti dia akan diperhatikan oleh KONI," jelasnya.

DPRD berharap sinergi antara KONI dan Dispora mampu melahirkan sistem pembinaan olahraga yang lebih terstruktur sehingga Batam tidak hanya mampu mencetak atlet berprestasi, tetapi juga mempertahankan talenta terbaik untuk terus mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Editor : Putut Ariyo
Dispora Batam Atlet Batam KONI Batam Pembinaan Atlet dprd batam