Dukungan Gianni Infantino Makin Tergerus, Pejabat FIFA Cabut Dukungan

jpg • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:46 WIB
Gianni Infantino
Gianni Infantino

batampos - Dukungan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino terus melemah setelah semakin banyak federasi sepak bola nasional dan pejabat FIFA menarik dukungan mereka. Gelombang penolakan tersebut menguat setelah Kevin Lamour meninggalkan organisasi sepak bola dunia itu.

FIFA pada Senin (17/8/2026) menyatakan Lamour telah meninggalkan organisasi beberapa pekan setelah secara terbuka mengkritik rencana Infantino untuk menjual sebagian kepemilikan hak komersial Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya.

Kepergian Lamour kemudian mendorong Wakil Presiden FIFA asal Hungaria, Sandor Csanyi, mencabut dukungannya terhadap Infantino. Csanyi juga merupakan anggota Dewan FIFA.

Dalam surat kepada Infantino yang dilihat Reuters, Csanyi menyebut keputusan terhadap Lamour sebagai “titik akhir” dari persoalan yang terjadi di tubuh FIFA.

Csanyi menilai Lamour menjalankan tugasnya dengan standar profesional dan etika yang tinggi serta memberikan kontribusi penting terhadap transparansi organisasi.

Ia juga mempertanyakan keputusan memberhentikan Lamour setelah sang pejabat mengkritik rencana penjualan sebagian hak komersial FIFA. Sebelumnya, Infantino akhirnya mengakui bahwa rencana tersebut merupakan langkah yang keliru.

FIFA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait persoalan tersebut.

Lamour sebelumnya menyatakan bahwa para staf FIFA telah “dikelabui” mengenai rencana tersebut. Ia bahkan menggambarkannya sebagai proyek yang berasal dari satu orang.

Tiga Konfederasi Tekan Infantino

Tekanan terhadap Infantino sebenarnya telah muncul sejak sebelumnya. Tiga konfederasi, yakni UEFA, AFC, dan CONCACAF, telah menyuarakan kritik terhadap kepemimpinannya dan mendesak agar ia mundur.

Selain Csanyi, sejumlah wakil presiden FIFA juga telah mengkritik kebijakan Infantino. Mereka antara lain Presiden UEFA Aleksander Ceferin, Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa, dan Presiden CONCACAF Vittorio Montagliani.

Penolakan juga datang dari anggota Dewan FIFA asal Montenegro, Dejan Savicevic. Ia mengatakan Federasi Sepak Bola Montenegro turut mencabut surat dukungan sebelumnya terhadap pencalonan Infantino.

Infantino dijadwalkan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027. Jika terpilih, ia akan menjalani masa jabatan keempat hingga 2031.

Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom, Savicevic menyebut perkembangan terbaru di FIFA sangat mengkhawatirkan. Ia menyoroti persoalan komunikasi dan transparansi, baik terhadap asosiasi anggota maupun struktur internal FIFA.

Federasi Sepak Bola Montenegro juga meminta dilakukan peninjauan menyeluruh terhadap tindakan kepemimpinan FIFA.

Israel juga dilaporkan telah menarik dukungannya terhadap pencalonan kembali Infantino. Keputusan tersebut diambil secara bulat dalam rapat dewan federasi sepak bola Israel.

Sementara itu, CEO Football Association of Wales (FAW) Noel Mooney mengatakan Infantino seharusnya mengundurkan diri setelah rencana menjual sebagian hak komersial FIFA kepada investor ekuitas swasta gagal.

Wales sebelumnya menjadi federasi nasional pertama yang secara resmi mencabut dukungan terhadap pencalonan Infantino.

CAF dan CONMEBOL Masih Mendukung

Di tengah meningkatnya tekanan, tidak semua konfederasi mengambil sikap berseberangan dengan Infantino.

Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) masih berada di belakang Infantino.

Presiden CAF sekaligus Wakil Presiden FIFA Patrice Motsepe mengatakan setiap upaya untuk mengganti Infantino harus diputuskan secara demokratis oleh 211 asosiasi anggota FIFA melalui pemilihan tahun depan.

Juru bicara CAF menyatakan Motsepe tidak memiliki komentar tambahan terkait kepergian Lamour.

Situasi tersebut membuat posisi Infantino menghadapi tantangan lebih besar menjelang pemilihan presiden FIFA 2027. Selain kritik dari sejumlah konfederasi dan federasi nasional, persoalan transparansi serta tata kelola organisasi kini menjadi sorotan utama. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
FIFA Gianni Infantino Kevin Lamour sepak bola dunia FIFA 2027