Gicquel/Delrue Ukir Sejarah, Prancis Raih Emas Pertama Kejuaraan Dunia BWF

JawaPos • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:35 WIB
Selebarasi Ganda campuran Prancis Thom Gicquel Dan Delphine Delrue saat menang melawan ganda campuran China Cheng Xing Dan Zhang Chi pada babak semi final Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Selebarasi Ganda campuran Prancis Thom Gicquel Dan Delphine Delrue saat menang melawan ganda campuran China Cheng Xing Dan Zhang Chi pada babak semi final Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com

batampos – Prancis akhirnya memiliki juara dunia bulu tangkis. Thom Gicquel/Delphine Delrue mencatatkan namanya dalam sejarah setelah menumbangkan unggulan pertama Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping pada final ganda campuran Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, Minggu.

Gicquel/Delrue harus melewati pertarungan tiga gim sebelum memastikan kemenangan 22-20, 19-21, 21-15. Gelar tersebut menjadi emas pertama Prancis sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia BWF.

“Kami sangat bahagia dan sangat bangga bisa memenangi emas pertama untuk Prancis,” kata Delphine Delrue, dikutip dari laman resmi BWF.

Baca Juga: Mengenal Kompol I Kade Dwi Suryawandika, Dari Misi Perdamaian Darfur ke Krimsus Polda Kepri

Pasangan Prancis tampil berani sejak awal pertandingan. Mereka berusaha mengurangi pengaruh Huang di depan net sekaligus memberikan tekanan kepada Feng melalui flick serve.

Taktik tersebut membuat Gicquel/Delrue merebut gim pertama dengan skor ketat 22-20. Feng/Huang kemudian meningkatkan tekanan dan berhasil mengambil gim kedua 21-19.

Pada gim penentuan, pasangan Prancis kembali menemukan kendali permainan. Mereka mampu mempertahankan keunggulan hingga akhirnya menutup pertandingan 21-15.

Bahkan, poin kemenangan bersejarah tersebut lahir dari flick serve pada match point.

“Itu pertandingan yang luar biasa. Kedua pasangan bermain sangat baik dan kami harus mencoba banyak hal untuk bisa menang,” ujar Delrue.

Baca Juga: BP Batam Benahi Pelayanan PTSP, Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi

Bagi Delrue, kemenangan itu terasa semakin istimewa karena untuk pertama kalinya lagu kebangsaan Prancis berkumandang dalam seremoni juara Kejuaraan Dunia BWF.

Gicquel pun mengaku pencapaian tersebut masih sulit dipercaya. Ia mengenang masa ketika dirinya baru berusia 10 tahun dan belum pernah membayangkan bisa berdiri sebagai juara dunia.

“Ketika berusia 10 tahun, kami tidak benar-benar berpikir hal seperti ini bisa terjadi. Bahkan sekarang rasanya masih sulit dipercaya,” kata Gicquel.

“Ini sangat penting bagi bulu tangkis Prancis.”

Prancis Bawa Pulang Dua Gelar

Kesuksesan Gicquel/Delrue menjadi awal dari hari bersejarah bagi Prancis. Alex Lanier kemudian menambah koleksi emas dengan menjuarai sektor tunggal putra.

Baca Juga: 477 Kasus Baru HIV Ditemukan di Kepri, Batam Tertinggi

Lanier mengalahkan wakil Jepang Kodai Naraoka dua gim langsung 21-11, 21-11. Hasil tersebut membuat Prancis mengakhiri Kejuaraan Dunia 2026 dengan dua gelar.

Bagi Gicquel/Delrue, kemenangan ini juga menempatkan mereka sebagai pasangan Eropa pertama yang menjuarai nomor ganda di Kejuaraan Dunia sejak pasangan Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter-Juhl menjadi juara ganda campuran pada 2009.

Gelar tersebut juga diraih di India. (*)

Editor : M Tahang
bulu tangkis Kejuaraan Dunia BWF Gicquel/Delrue Juara Dunia 2026 prancis