batampos – Alexander Isak memang mencetak gol pertamanya untuk Liverpool musim ini. Namun, striker asal Swedia itu belum sepenuhnya puas setelah The Reds hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest di Anfield, Sabtu (29/8).
Isak menilai Liverpool kembali melakukan kesalahan yang sama dengan kebobolan lebih dulu. Bahkan setelah mampu menyamakan kedudukan dan mendapatkan momentum, The Reds kembali kecolongan sehingga harus bekerja keras untuk mengamankan satu poin.
“Saya rasa tidak ada masalah dengan semangat juang dan pantang menyerah. Saya rasa kita juga menunjukkannya minggu lalu. Jelas, kita memulai pertandingan dengan cukup buruk hari ini,” kata Isak kepada TNT Sports, dikutip laman resmi Liverpool.
Liverpool memang tampil dalam situasi sulit sejak babak pertama. Nottingham Forest membuka keunggulan melalui Dan Ndoye pada menit ke-24. Tuan rumah baru mampu merespons setelah turun minum.
Isak mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-60 sekaligus membawa Liverpool kembali ke pertandingan. Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama.
Sepuluh menit berselang, Forest kembali unggul setelah Morgan Gibbs-White mengeksekusi penalti. Liverpool akhirnya terhindar dari kekalahan di kandang setelah Victor Munoz mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-82.
Menurut Isak, Liverpool harus lebih baik ketika sudah berhasil mendapatkan momentum.
“Ketika kita mendapatkan momentum dengan mencetak gol, di situlah kita perlu menjadi lebih baik. Lagi-lagi hari ini kita kebobolan cukup cepat setelah itu. Tetapi dari posisi kita saat itu, selalu baik untuk mendapatkan sesuatu dari pertandingan,” ujarnya.
Gol Perdana Isak
Bagi Isak, satu hal positif dari pertandingan tersebut adalah gol perdananya pada musim ini. Gol tersebut menjadi awal yang diharapkannya bisa diikuti gol-gol berikutnya.
“Ya, tentu saja. Itulah tugas utama seorang striker. Saya sangat senang bisa mencetak gol pertama dan semoga gol-gol selanjutnya terus berdatangan,” katanya.
Meski demikian, Isak tidak memasang target jumlah gol tertentu. Menurutnya, seorang striker tentu ingin mencetak gol di setiap pertandingan, tetapi hal tersebut tidak selalu mudah dilakukan.
“Saya rasa setiap striker ingin mencetak gol di setiap pertandingan yang dimainkannya. Tentu saja itu sulit, tetapi hadapi setiap pertandingan satu per satu,” ujarnya.
Isak dimainkan sebagai penyerang utama dan tampil penuh selama 90 menit. Ia menjadi salah satu ancaman Liverpool di lini depan.
Berdasarkan data FotMob, Isak mencatat 13 sentuhan bola dan melepaskan dua tembakan, salah satunya berbuah gol. Ia juga memenangi satu duel udara.
Hasil imbang tersebut membuat Liverpool harus puas berbagi angka dengan Nottingham Forest. Bagi Isak dan rekan-rekannya, persoalan terbesar yang perlu segera diperbaiki adalah bagaimana memulai pertandingan dengan lebih baik dan tidak kembali memberikan lawan keuntungan melalui gol lebih dulu. (*)
Editor : M Tahang