batampos – Panitia Besar Pekan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau (Porprov Kepri) VI Tahun 2026 resmi menetapkan 30 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di 30 venue di Kota Tanjungpinang. Penetapan tersebut menjadi tonggak penting menjelang pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Provinsi Kepulauan Riau yang akan berlangsung pada 1–8 November 2026.
Dengan waktu persiapan sekitar satu bulan, panitia bersama KONI Kepri dan Pemerintah Kota Tanjungpinang kini memfokuskan seluruh upaya pada penyempurnaan venue, fasilitas pertandingan, dan kesiapan teknis setiap cabang olahraga.
30 Cabang Olahraga Dipastikan Tampil di Porprov Kepri 2026
Ketua Panitia Besar Porprov Kepri VI, Asmin Patros, mengatakan penetapan jumlah cabang olahraga dan venue menjadi dasar bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat persiapan penyelenggaraan.
"Penetapan ini menjadi langkah penting dalam memastikan seluruh persiapan Porprov Kepri VI dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan," kata Asmin di Tanjungpinang, Sabtu.
30 cabang olahraga yang akan dipertandingkan meliputi:
- Atletik
- Barongsai
- Biliar
- Bola Basket
- Bola Voli
- Bulu Tangkis
- Catur
- Dayung
- Futsal
- Gulat
- Judo
- Ju-jitsu
- Karate
- Kempo
- Menembak
- Balap Motor
- Muaythai
- Panjat Tebing
- Panahan
- Pencak Silat
- Renang
- Sepak Bola
- Sepak Takraw
- Tarung Derajat
- Taekwondo
- Tenis Lapangan
- Tenis Meja
- Woodball
- Wushu
- Savate
Pemanfaatan Venue Milik Pemerintah untuk Efisiensi Anggaran
Selain menetapkan cabang olahraga, panitia juga memastikan seluruh venue pertandingan dipilih berdasarkan standar kebutuhan masing-masing cabor.
Asmin menjelaskan, sebagian besar lokasi pertandingan memanfaatkan fasilitas milik pemerintah maupun badan usaha agar penyelenggaraan Porprov Kepri VI tetap efisien tanpa mengurangi kualitas pertandingan.
"Kebijakan ini sebagai upaya pemerintah untuk menekan anggaran pelaksanaan," ujarnya.
KONI Kepri: Venue Harus Memenuhi Standar Nasional
Ketua Umum KONI Kepulauan Riau, Usep RS, mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang memiliki waktu sekitar 30 hari untuk memastikan seluruh venue siap digunakan.
Menurutnya, Porprov Kepri bukan sekadar ajang perebutan medali antarkabupaten dan kota, tetapi juga menjadi proses pembinaan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Karena itu, seluruh venue harus memenuhi standar teknis masing-masing cabang olahraga.
"Venue harus benar-benar dipersiapkan sesuai standar dari masing-masing cabang olahraga sehingga para atlet dapat bertanding dengan aman, nyaman, dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya," kata Usep.
Dispora Tanjungpinang Finalisasi Fasilitas Pertandingan
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kota Tanjungpinang, Murdani Hadinata, menyampaikan bahwa berbagai fasilitas pertandingan saat ini masih dalam tahap finalisasi.
Setiap venue akan lebih dahulu diajukan kepada KONI Kepri dan Panitia Besar Porprov Kepri VI untuk mendapatkan persetujuan serta disesuaikan dengan kebutuhan teknis masing-masing cabang olahraga.
Porprov Kepri VI dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai 1 hingga 8 November 2026, dengan Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah.
Porprov Kepri Jadi Ajang Seleksi Atlet Berprestasi
Selain menjadi pesta olahraga terbesar di Kepulauan Riau, Porprov Kepri VI juga diharapkan menjadi momentum lahirnya atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan untuk mewakili Kepri pada ajang nasional.
Keberhasilan penyelenggaraan Porprov tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kualitas pembinaan atlet yang mampu meningkatkan prestasi olahraga Kepulauan Riau pada masa mendatang. (*)
Editor : Putut Ariyo