Inter Milan Tumbang 3-4 dari Club Brugge, Tresoldi Cetak Hat-Trick

JawaPos • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:32 WIB
Inter Milan kalah 3-4 dari Club Brugge di Liga Champions. Nicolo Tresoldi mencetak hat-trick, sementara Nerazzurri menelan empat kekalahan beruntun. (Dok. Inter Milan)
Inter Milan kalah 3-4 dari Club Brugge di Liga Champions. Nicolo Tresoldi mencetak hat-trick, sementara Nerazzurri menelan empat kekalahan beruntun. (Dok. Inter Milan)

batampos – Inter Milan kembali menelan kekalahan di Liga Champions. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Giuseppe Meazza, Nerazzurri takluk 3-4 dari wakil Belgia, Club Brugge, Rabu (14/10).

Hasil tersebut memperpanjang tren negatif Inter di kompetisi elite Eropa. Setelah kalah 1-2 dari Real Madrid pada matchday pertama fase liga, tim asuhan Cristian Chivu kembali gagal meraih poin.

Kekalahan dari Club Brugge terasa menyakitkan karena Inter kebobolan empat gol di kandang sendiri. Penyerang Club Brugge, Nicolo Tresoldi, menjadi bintang pertandingan setelah mencetak hat-trick.

Pelatih Inter, Cristian Chivu, menilai timnya harus bermain lebih cepat dan efektif jika ingin bersaing di level Eropa.

“Jika Anda bermain lambat, maka Anda akan dihukum,” kata Chivu, seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.

Tresoldi Jadi Mimpi Buruk Inter

Tresoldi memborong tiga dari empat gol Club Brugge. Penyerang berusia 22 tahun itu mencetak gol melalui titik penalti pada menit ke-30, kemudian menambah dua gol pada menit ke-63 dan ke-74.

Penampilan tersebut menjadi pembuktian bagi Tresoldi yang memiliki latar belakang sepak bola Italia dan Jerman. Ia disebut menjadi incaran Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk memperkuat tim nasional Italia.

Namun, peluang membela tim nasional Jerman juga masih terbuka. Tresoldi sebelumnya pernah memperkuat tim nasional kelompok umur Jerman U-19 dan U-21.

“Aku belum berbicara dengan Klopp. Aku juga akan meluangkan waktu untuk berbicara dengan Roberto Mancini,” ujar Tresoldi kepada Sky Sport Italia.

Kekalahan ini sekaligus memperlihatkan persoalan yang harus segera dibenahi Inter, terutama dalam mengantisipasi serangan lawan dan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.

Sommer Tampil Gemilang di Bekas Kandang

Di balik kemenangan Club Brugge, kiper Yann Sommer juga mencuri perhatian. Penjaga gawang asal Swiss berusia 37 tahun itu tampil menghadapi mantan klubnya, Inter Milan.

Sommer memperkuat Inter selama tiga musim sebelum meninggalkan klub pada akhir musim lalu. Ia menunjukkan kualitasnya melalui sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang berbahaya kapten Inter, Lautaro Martínez, pada babak kedua.

“Ini seperti pulang ke rumah. Saya punya banyak kenangan indah di sini bersama Inter,” kata Sommer.

Meski meraih kemenangan di stadion yang pernah menjadi rumahnya, Sommer juga menghadapi kabar pribadi. Beberapa jam setelah pertandingan, ia mengumumkan perpisahan dengan istrinya, Alina, setelah tujuh tahun menikah. Keduanya telah dikaruniai dua putri.

“Kami membuat keputusan ini setelah pertimbangan yang matang dan atas kesepakatan bersama,” tulis Sommer dalam unggahan di Instagram.

Inter Harus Segera Bangkit

Kekalahan dari Club Brugge membuat Inter berada dalam tekanan pada awal fase liga Liga Champions musim ini. Setelah gagal meraih poin dalam dua pertandingan awal, Nerazzurri dituntut segera memperbaiki performa agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan.

Catatan buruk tersebut juga menempatkan Inter dalam daftar tim dengan rentetan hasil negatif terpanjang sejak Liga Champions musim lalu, bersama Lille OSC yang sama-sama mencatat empat kekalahan beruntun berdasarkan data dalam laporan sumber.

Bagi Chivu, pembenahan permainan menjadi pekerjaan mendesak. Inter harus memperbaiki tempo permainan, pertahanan, dan efektivitas penyelesaian akhir jika ingin kembali kompetitif di Eropa. (*)

Editor : Jamil Qasim
Inter Milan Liga Champions.