batampos – Tiga warga di Kabupaten Karimun sempat dirawat dengan dugaan terjangkit campak. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kasus positif yang terkonfirmasi sepanjang 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, drg Soerjadi, memastikan data dari seluruh puskesmas dan rumah sakit belum menunjukkan adanya kasus campak yang dinyatakan positif.
“Memang ada tiga pasien dengan status suspek yang sempat dirawat di RSUD Muhammad Sani. Namun, belum ada yang terkonfirmasi positif,” ujarnya.
Baca Juga: Hujan Tak Kunjung Merata, Batam Hadapi Cuaca Tak Menentu
Menurutnya, sampel darah dari ketiga pasien tersebut telah diambil untuk pemeriksaan lanjutan. Sampel kemudian dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi sebelum diteruskan ke laboratorium di Jakarta.
“Hasilnya masih kami tunggu. Jika sudah keluar, akan segera kami sampaikan,” katanya.
Ia menambahkan, Karimun saat ini tidak termasuk dalam wilayah kejadian luar biasa (KLB), sehingga belum diperlukan pelaksanaan imunisasi massal atau outbreak response immunization (ORI).
Direktur RSUD Muhammad Sani, dr Dedy Abrianto, membenarkan pihaknya sempat menangani tiga pasien dengan dugaan campak. Berdasarkan pemeriksaan awal, ketiganya dikategorikan sebagai suspek sehingga langsung dilaporkan ke Dinas Kesehatan.
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Meningkat, Dinkes Batam Perkuat Layanan Kesehatan Mental
Sementara itu, upaya pencegahan terus digencarkan di tingkat pelayanan dasar. Kepala UPT Puskesmas Tanjungbalai Karimun, Aristo Wibowo, mengatakan pihaknya rutin melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan posyandu.
“Setiap bulan kami turun ke posyandu untuk mengingatkan pentingnya imunisasi. Anak usia 9 bulan wajib mendapatkan vaksin campak,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal guna mencegah penyebaran penyakit.
Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berharap potensi penyebaran campak dapat ditekan sejak dini meski belum ditemukan kasus positif. (*)
Editor : M Tahang