Batampos - PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungbalai Karimun akan melakukan pemadaman listrik bergiliran, karena dua mesin pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mengalami kerusakan.
Manajer PT PLN (Persero) ULP Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan Hadi mengatakan, kerusakan terjadi pada komponen sistem pembakaran batu bara.
"Nah, agar gangguan teknis pada mesin PLTU unit 2 tidak melebar atau menyebabkan
gangguan terhadap komponen yang lain, maka operasional PLTU unit 2 akan kami off-kanselama tiga hari untuk dilakukan pemeliharaan yang bersifat mendadak," ujarnya saat ditemui kemarin.
Baca Juga: Polresta Barelang Dalami Kasus Dugaan Penipuan Kapal Senilai Rp15 Miliar
Dengan adanya pemeliharaan maka pihaknya terpaksa melakukan pemadaman listrik bergiliran. Minimal 3 sampai 4 jam yang akan dimulai Sabtu
(2/5/2026) sampai dengan Senin (4/5/2026) mendatang.
Ada pun daya mampu sistim listrik di Karimun sebesar 32 Mw. Beban puncaknya dimulai dari pukul 17.00 WIB sampai 22.00 WIB itu sekitar
34,5 Mw.
"Pemadaman bergilir juga akan dilihat berdasarkan kondisi cuaca. Artinya, jika cuaca panas, maka akan dilakukan pemadaman bergiliran yang akan dimulai pada pukul 17.30 WIB atau pukul 18.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Jika cuaca hujan, maka besar kemungkinan tidak dilakukan pemadaman,"ungkapnya.
Pemadaman listrik dilakukan untuk daerah tertentu. Lokasi strategis tidak dipadamkan. " Kawasan rumah sakit dan pelabuhan tidak dipadamkan," ungkapnya.
Pihaknya, juga berharap agar tim teknis di PLTU bisa bekerja cepat, sehingga perbaikan bisa selesai kurang dari 3 hari. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak