Batampos – Perum Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Dinkop UMP ESDM) Kabupaten Karimun melakukan sidak ke pasar dan swalayan terkait harga Minyakita yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sidak dilakukan setelah adanya laporan masyarakat melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Dalam Negeri mengenai harga Minyakita yang mencapai Rp17.500 per liter. Padahal, HET minyak goreng subsidi tersebut ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Kepala Dinkop UMP ESDM Kabupaten Karimun, Basori membenarkan pihaknya turun langsung ke lapangan bersama Bulog Wilayah Riau dan Kepri untuk memantau harga Minyakita.
“Ada laporan yang masuk ke SP2KP Kemendagri bahwa Minyakita dijual di atas HET, yakni Rp17.500 per kemasan satu liter. Dengan adanya laporan tersebut, kami turun ke pasar dan swalayan,” ujar Basori saat dikonfirmasi Batam Pos, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Pemko Tanjungpinang Bantu Iuran BPJS, 26.500 Warga Masuk Penerima
Dari hasil pemantauan, ditemukan sebagian besar Minyakita yang beredar di Tanjungbalai Karimun tidak disalurkan langsung dari Bulog ke pedagang.
Menurut Basori, minyak goreng subsidi tersebut lebih dulu melewati beberapa distributor sebelum sampai ke tangan penjual, sehingga harga jual menjadi lebih tinggi dari ketentuan pemerintah.
“Minyakita yang beredar di pasaran sebagian besar bukan berasal langsung dari Bulog ke penjual, melainkan melalui beberapa distributor. Hal itu menyebabkan pedagang menjual di atas HET,” katanya.
Untuk menekan harga di pasaran, Bulog langsung melakukan intervensi dengan menyalurkan 10 dus Minyakita kepada pedagang.
Baca Juga: BP3KR Abadikan Sejarah Perjuangan Kepri Lewat Buku Khusus Hari Marwah ke-24
Sebanyak lima dus disalurkan ke pedagang Pasar Puan Maimun dan lima dus lainnya ke swalayan di Karimun.
“Intervensi ini dilakukan untuk membantu masyarakat agar dapat membeli Minyakita sesuai HET,” ungkap Basori.
Ia juga meminta masyarakat tidak panik karena pasokan Minyakita untuk Karimun dipastikan kembali masuk dalam waktu dekat.
“Dalam bulan ini akan masuk sekitar 20 ton Minyakita untuk Karimun,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah bersama Perum Bulog juga berencana menggelar pasar murah pada akhir bulan ini untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak