Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Migor Minyakita Kembali Langka, Bulog Segera Pasok 9,6 ton

Sandi Pramosinto • Senin, 29 Juni 2026 | 14:51 WIB
Situasi salah satu swalayan di Tanjungpinang. Tidak terlihat adanya minyak goreng subsidi merek Minyakita yang dijual. F Sandi Pramosinto/Batam Pos
Situasi salah satu swalayan di Tanjungpinang. Tidak terlihat adanya minyak goreng subsidi merek Minyakita yang dijual. F Sandi Pramosinto/Batam Pos

Batampos - Minyak goreng (Migor) Minyakita kembali langka di Tanjungbalai Karimun. Migor bersubsidi yang dibanderol Rp15.700 per kemasan itu tak terlihat lagi baik di pasar maupun di sejumlah swalayan.

Haris, pedagang di pemukiman mengatakan, Migor merek Minyakita memang 
sudah lama tidak ada. "Saya sudah lama tidak jual (Minyakita). Dan, saat ini yang tersedia ukuran kemasan 800 ml harganya Rp19 ribu dan kemasan satu liter Rp22 ribu," ungkapnya.

Baca Juga: Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban Dilengkapi CCTV, Autogate hingga Charger Station

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Ashariyanti Pratimi yang dikonfirmasi secara terpisah menyatakan, saat ini pihaknya sedang mengupayakan penambahan stok Minyakita untuk pemenuhan kebutuhan di wilayah Kabupaten Karimun.

''Insya Allah awal Juli wilayah Kabupaten Karimun akan mendapatkan pasokan 9.600 liter (9,6 ton) Minyakita. Dan, pendistribusian diprioritaskan untuk pedagang dan pengecer di pasar. Dan, 
pencatatannya oleh Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP),'' ungkapnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral sekaligus bagian dalam SP2KP, Basori menyebutkan, memang pasokan Migor Minyakita akan langsung dilakukan oleh Bulog ke pengecer di pasar rakyat.

Baca Juga: Batam Makin Diminati Investor Digital, Proyek Data Center US$1 Miliar Mulai Dibahas

''Hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai dari distributor ke pengecer dan tidak menimbulkan aksi ambil untung. Karena, pengecer yang menjual harga Minyakita dengan harga Rp15.700 per kemasan satu liter sudah ada untungnya. Karena, ketika pengecer membeli dari Bulog harganya tidak sampai Rp15.700,'' jelasnya.

Dikatakannya, dalam satu bulan  kebutuhan Migor di Kabupaten Karimun rata-rata 240 ton sebul;an. Dan, per minggu rata-rata 60 ton dan paling banyak kebutuhan itu untuk Pulau Karimun. Kondisi di lapangan, memang masyarakat tentunya akan mencari Migor yang murah. Untuk itu, pihaknya berencana meminta tambahan ke Perum Bulog untuk pasokan bulan depan. Kalau bisa lebih dari 9,6 ton. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Minyakita langka #MinyaKita #karimun