Listrik Belum Normal, 37 Sekolah di Karimun Terapkan Libur Fakultatif

Sandi Pramosinto • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 21:31 WIB
Salah satu sekolah di Kabupaten Karimun menerapkan libur fakultatif akibat sistem kelistrikan PLN di Pulau Karimun yang belum kembali normal.
Salah satu sekolah di Kabupaten Karimun menerapkan libur fakultatif akibat sistem kelistrikan PLN di Pulau Karimun yang belum kembali normal.

batampos – Gangguan sistem kelistrikan yang belum sepenuhnya pulih di Pulau Karimun tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan. Sebanyak 37 sekolah menerapkan libur fakultatif dan kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan ke rumah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, mengatakan kebijakan tersebut telah disampaikan kepada seluruh satuan pendidikan sejak Selasa (21/7).

"Mulai dari PAUD, TK, Kelompok Bermain (KB), SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Sekolah yang terdampak pemadaman menerapkan libur fakultatif. Pertimbangannya bukan hanya kondisi listrik di sekolah, tetapi juga di lingkungan tempat tinggal para siswa," ujar Grandy kepada Batam Pos, Rabu (22/7).

Ia menjelaskan, pada Rabu (22/7) terdapat 37 sekolah yang menjalankan libur fakultatif, terdiri atas 29 SD negeri dan swasta serta 8 SMP negeri. Sebagian besar sekolah tersebut berada di Kecamatan Meral, Tebing, dan Meral Barat.

Menurut Grandy, libur fakultatif tidak berarti menghentikan proses pembelajaran. Selama kebijakan itu berlaku, siswa tetap belajar dari rumah melalui penugasan yang diberikan guru.

"Guru tetap memberikan tugas kepada peserta didik untuk dikerjakan di rumah sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dan jam mengajar guru tetap terpenuhi. Untuk Kamis (23/7), libur fakultatif juga masih diberlakukan," jelasnya.

Sebelumnya, sistem kelistrikan di Pulau Karimun mengalami gangguan beruntun. Setelah gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berhasil diatasi, muncul gangguan di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bukit Carok, Kecamatan Tebing, akibat terbakarnya gardu lemari pembagi jaringan. Insiden tersebut menyebabkan Pulau Karimun sempat mengalami blackout atau padam total.

Untuk mempercepat pemulihan, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungbalai Karimun mendatangkan teknisi dari Tanjungpinang dan Pekanbaru. Selain itu, sejumlah peralatan pengganti juga didatangkan dari Tanjungpinang dan Dumai menggunakan kapal carter.

Hingga Rabu siang, sebagian peralatan telah tiba di Karimun dan proses pemulihan sistem kelistrikan mulai menunjukkan perkembangan, meski pasokan listrik belum kembali normal sepenuhnya. PLN memperkirakan sistem kelistrikan di Pulau Karimun baru akan pulih secara penuh pada Jumat (24/7). (*)

Editor : Jamil Qasim
37 Sekolah libur PLN tak normal