batampos – Video memperlihatkan aksi baku hantam yang diduga melibatkan petugas keamanan pasar dan seorang pedagang di Blok B Pasar Puan Maimun, Kecamatan Karimun, viral di media sosial. Rekaman berdurasi 2 menit 49 detik itu ramai diperbincangkan sejak Kamis (30/7).
Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya, Muhammad Mahsun, menjelaskan insiden tersebut dipicu kesalahpahaman saat petugas melakukan penertiban barang dagangan yang disimpan di dalam lift pasar yang sudah lama tidak berfungsi.
Barang Dagangan Disimpan di Lift Rusak
Mahsun mengatakan persoalan bermula sekitar empat bulan lalu saat pihaknya melakukan pengawasan di area pasar. Ketika itu, petugas menemukan barang dagangan milik pedagang disimpan di dalam lift yang telah rusak selama bertahun-tahun.
Menurutnya, kondisi tersebut dinilai membahayakan sehingga pengelola meminta barang-barang tersebut dikeluarkan. Setelah itu, akses menuju lift ditutup menggunakan seng spandek agar tidak kembali dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan.
"Lift memang sudah lama rusak. Namun, bukan berarti bisa dijadikan tempat menyimpan barang dagangan. Hal ini tentu sangat membahayakan. Karena itu kami meminta barang tersebut dikeluarkan, lalu aksesnya kami tutup menggunakan seng spandek," ujar Mahsun, Jumat (31/7).
Penertiban Berujung Keributan
Mahsun menjelaskan, saat kegiatan gotong royong bersama pedagang pada Rabu (29/7), petugas mendapati penutup lift sudah terbuka dan kembali ditutupi terpal.
Setelah diperiksa, ternyata di dalam lift kembali ditemukan barang dagangan milik pedagang. Petugas kemudian meminta agar barang-barang tersebut segera dipindahkan.
Karena hingga keesokan harinya barang belum juga dikeluarkan, petugas membantu mengeluarkannya dari dalam lift pada Kamis (30/7).
"Tujuannya untuk membantu memindahkan dan meletakkan barang dalam keadaan baik. Namun kemudian terjadi miskomunikasi yang akhirnya berujung pada perkelahian," katanya.
Pengelola Pasar Mediasi Kedua Pihak
Mahsun menegaskan penertiban dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab pengelola pasar untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
Ia memastikan kondisi Pasar Puan Maimun saat ini tetap aman dan aktivitas perdagangan berjalan normal.
Menurutnya, permasalahan antara petugas keamanan dan oknum pedagang telah diselesaikan melalui mediasi.
"Peristiwa itu sudah selesai. Kami telah memediasi kedua belah pihak dan mereka sepakat tidak saling menyalahkan. Oknum pedagang juga bersedia menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya," ujarnya. (*)
Editor : Putut Ariyo