Waduk Tempan Masih Krisis Air, BPBD Usulkan 20 Sumur Bor

Sandi Pramosinto • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 21:01 WIB
Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun melakukan pengecekkan ke Waduk Tempan, Kecamatan Kundur.
Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun melakukan pengecekkan ke Waduk Tempan, Kecamatan Kundur.

batampos – Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah di Karimun belum mampu menambah debit air baku di Waduk Tempan, Kecamatan Kundur. Hingga Jumat (11/9), volume air di waduk tersebut masih sangat minim sehingga belum dapat dipompa untuk kebutuhan operasional.

Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun Ferry Kurniawan mengatakan, kondisi air baku di Waduk Tempan belum menunjukkan perubahan sejak operasional dihentikan pada Selasa (1/9).

“Memang dalam dua hari terakhir hujan melanda wilayah Kecamatan Kundur. Tapi, hujan tidak merata. Bahkan, di sekitar waduk tidak ada hujan. Sehingga, kondisi air baku tidak bertambah,” ujarnya kepada Batam Pos, Jumat (11/9).

Menurut Ferry, ketinggian air di Waduk Tempan saat ini hanya sekitar 0,30 meter. Kondisi tersebut membuat air belum bisa dipompa untuk mendukung operasional Perumda Tirta Mulia Karimun.

“Sampai dengan saat ini, volume air di Waduk Tempan masih sangat minim, yakni hanya 0,30 meter. Sudah tentu airnya tidak bisa dipompa. Untuk itu, pihaknya belum dapat memprediksi kapan operasional bisa kembali dilakukan,” katanya.

Ferry menjelaskan, sumber air baku Waduk Tempan sepenuhnya mengandalkan curah hujan. Karena itu, kemarau berkepanjangan berpotensi menyebabkan penurunan debit hingga kekeringan.

“Air baku di Waduk Tempan tersebut memang bersumber dari air hujan. Artinya, jika musim kemarau berkepanjangan dapat menyebabkan kekeringan. Kita berharap hujan di sekitar waduk sehingga dapat menambah volume atau debit air di waduk tersebut,” paparnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Karimun menyiapkan langkah alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak keterbatasan sumber air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Damkar Kabupaten Karimun Dedi Sahori mengatakan, pihaknya telah menerima usulan dari Kecamatan Kundur Barat untuk pembuatan sumur bor.

“Usulan tersebut agar kami di BPBD dapat membantu membuat sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Kecamatan Kundur Barat. Jumlahnya sebanyak 20 titik di berbagai pemukiman warga,” katanya.

Dedi menambahkan, usulan tersebut saat ini telah disiapkan untuk diteruskan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebelum pembangunan sumur bor dilakukan, BNPB akan terlebih dahulu melakukan survei dan verifikasi terhadap lokasi yang diusulkan.

“Untuk pembuatannya nanti terlebih dahulu akan dilakukan survei atau verifikasi oleh BNPB,” pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
Waduk Tempan BPBD Usulkan 20 Sumur Bor