batampos — Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mulai berdampak terhadap kualitas udara di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kualitas udara Karimun berada dalam kategori tidak sehat, Senin (14/9/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karimun Ahmadi mengatakan, berdasarkan laporan forecaster BMKG Raja Haji Abdullah, wilayah Karimun termasuk dalam sebaran kabut asap.
“Dalam laporan yang diterima dari BMKG, kualitas udara di Karimun tidak sehat pada hari ini, Senin 14 September 2026. Kualitas udara 164 dan konsentrasi PM2,5 sekitar 75,2 µg/m³ sebagai polutan utama,” ujar Ahmadi saat dikonfirmasi Batam Pos, Senin (14/9).
Dengan kondisi tersebut, Ahmadi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama jika tidak memiliki keperluan mendesak.
“Bagi masyarakat yang tidak ada keperluan, jangan keluar rumah. Jika harus keluar rumah, selalu gunakan masker,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia (lansia), agar tidak terlalu lama beraktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
Sementara itu, kondisi kabut asap belum mengganggu aktivitas pelayaran di perairan Karimun.
Plt Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun Saipul mengatakan jarak pandang kapal-kapal yang berlayar masih berada dalam kondisi aman.
“Jarak pandang di luar rata-rata 5 sampai 7 mil. Kondisi jarak pandang ini masih aman,” ujarnya.
Menurut Saipul, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan kapal-kapal yang berlayar untuk memperoleh laporan mengenai kondisi cuaca dan jarak pandang di laut, termasuk perkembangan kabut asap.
“Kami juga selalu berkomunikasi dengan kapal-kapal yang berlayar untuk melaporkan situasi di laut, khususnya terkait kabut asap. Selain itu, tetap waspada dan berhati-hati di laut,” pungkasnya.
Fakta Utama
-
Kualitas udara Karimun tercatat 164 dan masuk kategori tidak sehat.
-
Konsentrasi PM2,5 sekitar 75,2 µg/m³ menjadi polutan utama.
-
BMKG menyebut Karimun masuk dalam sebaran kabut asap.
-
Jarak pandang pelayaran masih sekitar 5-7 mil dan dinilai aman oleh KSOP.
-
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar dan menggunakan masker.
Potensi Dampak
-
Paparan PM2,5 dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
-
Anak-anak dan lansia perlu membatasi aktivitas di luar rumah.
-
Jika jarak pandang terus menurun, kondisi pelayaran perlu terus dipantau. (*)