Dinkes Karimun Ajak Warga Deteksi Dini TBC, Pengobatan Gratis hingga Sembuh

Sandi Pramosinto • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun melakukan CKG sekaligus screening TBC di Kelurahan Tanjungbalai.
Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun melakukan CKG sekaligus screening TBC di Kelurahan Tanjungbalai.

batampos — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun terus mendorong masyarakat melakukan deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC). Salah satunya melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan screening TBC.

Kegiatan CKG kembali digelar Dinkes Karimun, Senin (14/9/2026), dengan menggandeng Kelurahan Tanjungbalai. Masyarakat diundang untuk mengikuti pemeriksaan sebagai langkah menemukan kasus TBC lebih awal sekaligus mencegah penularan.

Kepala Dinkes Kabupaten Karimun drg Soerjadi mengatakan, TBC disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Indonesia saat ini masih menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi di dunia.

“Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Untuk saat ini, Indonesia nomor dua di dunia dengan paling banyak masyarakatnya terjangkit TBC. Untuk itu, salah satu program strategis Presiden RI adalah bagaimana menurunkan jumlah penderita dan penyebaran TBC,” ujar Soerjadi kepada Batam Pos.

Menurutnya, kegiatan screening di Kelurahan Tanjungbalai dilakukan untuk mendekatkan layanan pemeriksaan kepada masyarakat. Dinkes juga bekerja sama dengan sejumlah kelurahan untuk mengajak warga mengikuti pemeriksaan.

“Kami bekerja sama dengan tiga kelurahan untuk mengundang masyarakat. Alhamdulillah, kegiatan CKG screening dilakukan di balai pertemuan Kelurahan Tanjungbalai. Undangan yang hadir antusias untuk dilakukan screening TBC,” katanya.

Soerjadi menjelaskan, TBC merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui udara, antara lain ketika penderita batuk atau bersin. Penularan dapat terjadi tanpa disadari, sehingga pemeriksaan dini menjadi penting.

Ia mengimbau masyarakat tidak takut menjalani screening. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang terjangkit TBC, pasien tidak perlu khawatir mengenai biaya pengobatan.

“Jadi jangan takut untuk screening. Jika memang sudah terjangkit, tidak perlu khawatir karena pengobatannya disediakan gratis,” ujarnya.

Pasien TBC, lanjut Soerjadi, harus menjalani pengobatan secara rutin selama sekitar enam bulan sesuai ketentuan medis. Kepatuhan dalam mengonsumsi obat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengobatan.

“Sampai dengan saat ini, pasien yang masih dalam pengobatan sebanyak 306 orang se-Kabupaten Karimun. Mereka semua rutin melakukan pengobatan. Jika disiplin makan obat, maka tingkat kesembuhan mencapai 98 persen,” katanya.

Sementara itu, Lurah Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, Azrizal mengatakan, pelaksanaan screening TBC merupakan bagian dari upaya pemerintah mencegah penyebaran penyakit sejak dini.

“Dengan melakukan screening TBC, maka dapat mencegah penularan TBC sejak dini. Minimal pencegahan di lingkungan keluarga sendiri,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat yang belum menjalani pemeriksaan untuk segera memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

“Bagi masyarakat yang belum screening, kami menyarankan untuk segera melakukannya. Screening dan pengobatan TBC tidak bayar,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Jamil Qasim
dinkes karimun Deteksi Dini TBC