batampos - Kelompok Tani Bina Tani Tailong di Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, melakukan panen perdana nanas pada Senin (21/9).
Panen perdana dari lahan seluas lima hektare tersebut menjadi salah satu bukti potensi sektor pertanian di Pulau Kundur dalam mendorong perekonomian masyarakat setempat.
Budidaya nanas ini dikembangkan melalui pendampingan PT Timah sejak 2023. Kelompok tani yang beranggotakan 10 orang tersebut memanfaatkan lahan seluas lima hektare dengan menanam nanas jenis Morris.
Setiap anggota mengelola sekitar 5.000 bibit. Varietas Morris dipilih karena dinilai adaptif terhadap karakteristik tanah berpasir dan berbatu di wilayah tersebut.
Pada panen perdana, kelompok tani berhasil mendistribusikan sekitar 5.000 batang nanas. Buah yang dihasilkan rata-rata memiliki bobot 1,4 hingga 1,5 kilogram. Beberapa buah bahkan mencapai berat sekitar 2 kilogram.
Ketua Kelompok Tani Bina Tani Tailong, Suparno, mengaku bersyukur atas hasil panen perdana tersebut. Menurut dia, proses penanaman dilakukan secara bertahap sejak 2025 dan kini mulai memberikan hasil.
"Dari 2025 kami mulai penanaman. Sekarang kami buktikan hasilnya. Alhamdulillah, hasil panen perdana cukup memuaskan. Target dan panen memang dilakukan bertahap. Kemarin kami panen sekitar 5.000 batang yang buahnya muncul hampir serempak," ujarnya.
Suparno mengatakan pengembangan komoditas nanas tersebut tidak terlepas dari dukungan PT Timah yang diberikan secara berkelanjutan.
Kemitraan tersebut diawali pada 2023 melalui bantuan mesin mini cultivator untuk pengolahan tanah. Dukungan kemudian berlanjut pada 2025 berupa bantuan bibit, pupuk, serta herbisida untuk mengoptimalkan lahan yang sebelumnya memiliki keterbatasan nutrisi.
"Keberhasilan penanaman ini memberi dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup warga Dusun 1 Kampung Tailong. Selain dipasarkan dalam bentuk buah segar hingga ke Kota Batam, komoditas ini juga diolah menjadi beragam produk turunannya, seperti dodol, wajik dan selai nanas melalui kolaborasi dengan kelompok wanita tani (KWT)," jelas Suparno.
Menurutnya, hasil panen nanas turut menunjang perekonomian masyarakat Desa Kundur. Khususnya di Dusun 1 Kampung Tailong, budidaya nanas kini menjadi salah satu sumber ekonomi warga.
Untuk pemasaran, nanas hasil perkebunan kelompok tani tersebut telah dipasarkan ke Batam dan mendapat respons positif hingga habis terjual.
Tak hanya buahnya, kelompok tani juga mulai memanfaatkan limbah kulit nanas. Limbah tersebut difermentasi untuk diolah menjadi pupuk cair organik.
"Kami berharap sinergi bersama PT Timah dapat terus terjalin guna memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar," pungkasnya.(*)
Editor : Cipi Ckandina