Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Komunitas Evolusi Muzik, Wadah Penyaluran Ide Kreatif Musisi Indie

Yusnadi BP • Jumat, 27 September 2024 | 18:10 WIB

Bagi penikmatnya, musik merupakan bahasa yang universal karena dapat menyampaikan pesan tersendiri. Musik juga menjadi hiburan serta teman setia.

***

Komunitas Evolusi Muzik, menjadi salah satu motor penggerak kreativitas bermusik di Tanjungpinang.
Komunitas Evolusi Muzik, menjadi salah satu motor penggerak kreativitas bermusik di Tanjungpinang.

Fungsi musik tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi sebagian orang, tidak mendengarkan musik, hidup akan terasa hampa. Sebagian orang mendengar alunan irama, hanya untuk refreshing dan melepas lelah. Di mana pun berada, baik saat perjalanan, saat di rumah, orang akan menikmati musik.

Bahkan, saat ini, di kafe, mall, tempat hiburan dan pusat perbelanjaan serta tempat umum lainnya, para pengelola akan memutar musik untuk menemani aktivitas pengunjungnya. Suara dan nada musik juga dapat memberikan ketenangan, mengurangi stress, memunculkan semangat dan menjadikan pendengarnya semakin produktif.

Sebagian orang berpendapat, musik berperan untuk mengungkapkan perasaan atau meningkatkan emosi. Membuat sebagian orang menjadi lebih kreatif dan lebih ekspresif. Musik juga sebagai sarana komunikasi yang mampu menciptakan perdamaian dan solidaritas sehingga dapat menyatukan hal yang berbeda-beda.

Menurut beberapa penelitian, suara dan nada musik yang lembut, baik untuk kesehatan. Dapat mengurangi dan mengontrol tekanan darah dan meningkatkan konsentrasi pendengarnya.

Selanjutnya, mendengarkan suara merdu dari musisi atau penyanyi, dapat membangkitkan energi, bergerak lebih aktif dan cepat saat beraktivitas. Tak hanya itu, menurut penelitian, musik dapat memperjelas memori. Saraf-saraf otak menjadi lebih aktif saat mendengarkan suara dan nada musik.

Lebih jauh, sebagai bahasa universal, fungsi lain musik adalah sebagai alat pemersatu. Contohnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Musik dan lagu nasional ini dapat menyatukan perbedaan yang ada dari Sabang di barat hingga Merauke di timur.

*Kembangkan Kreativitas Bersama Komunitas Musik

Komunitas Evolusi Muzik adalah salah satu wadah silaturahmi musisi di Tanjungpinang. Komunitas penikmat dan pendengar musik ini menjadi tempat berbagi cerita, ide dan pikiran dalam hal bermusik.

Komunitas Evolusi Muzik ini juga bermakna kebersamaan para musisi tanpa tendensi pribadi atau grup. Memiliki minat dan hobi yang sama, khususnya dalam hal bermain musik.

Selain itu, komunitas ini sebagai tempat menuangkan berbagai ide bermusik yang mengutamakan toleransi dan menurunkan ego masing-masing musisi yang tergabung di dalamnya.

Sejak dahulu, sebenarnya Tanjungpinang memiliki banyak wadah berkumpulnya musisi. Namun perlahan menghilang karena banyak faktor penyebabnya.

Kehadiran komunitas Evolusi Muzik ini, bertujuan untuk menyatukan kembali musisi dari berbagai genre musik. Menekankan sikap gotong royong dan menciptakan kualitas kebersamaan para musisi.

Amril, salah seorang pendiri komunitas Evolusi Muzik, mengatakan lesunya dunia hiburan yang menampilkan band lokal dari Tanjungpinang dan Bintan, menjadi salah satu dasar terbentuknya Evolusi Muzik.

Evolusi Muzik berusaha mengembalikan gairah dan nuansa panggung hiburan musik di Tanjungpinang dan Bintan hingga memunculkan musisi bertalenta serta band-band lokal yang kreatif dan inovatif.

Sejak berdiri pada 2020, komunitas Evolusi Muzik rutin menggelar event musik setiap bulan. Tidak lain tujuannya adalah memperkenalkan penampilan band indie (band independen) lokal di Tanjungpinang.

"Evolusi Muzik juga sudah menggelar beberapa event musik dalam kurun waktu hampir 3 tahun belakangan dan turut diundang dalam sejumlah kegiatan di Kepri," kata Amril.

Tujuan lain digelarnya event musik di Tanjungpinang untuk merangsang ide serta pikiran kreatif musisi. Saling bertukar pikiran agar bersama-sama berkarya menciptakan lagu-lagu karya sendiri.

"Seiring perjalanan waktu, beberapa pihak mulai memberi dukungan bagi terlaksananya event. Musisi lainnya juga turut mendukung," ungkap Amril.

Menurutnya, Evolusi Muzik bukanlah komunitas yang eksklusif. Komunitas ini sangat terbuka bagi musisi lainnya atau siapapun yang ingin menjalin silaturrahmi dan berbagi cerita.

Tidak hanya sebatas musisi atau grup band, anggota yang bergabung di komunitas ini juga terdiri dari berbagai profesi yang menjadi penikmat dan pendengar musik.

Mulai dari fotografer, videografer, pewarta foto, penulis, penyiar, wartawan, dosen, pengusaha, pedagang, pegawai negeri, pengelola studio band dan recording, soundman hingga stage manager turut bergabung dalam komunitas Evolusi Muzik.

Bergabungnya berbagai latar belakang ini juga dapat mengembangkan ide dan karya para musisi lokal. Menambah wawasan serta mengeksplorasi kegiatan-kegiatan positif di Tanjungpinang.

"Jadi tidak hanya sebatas musisi saja. Tua muda dan siapapun yang ingin bergabung untuk silaturahmi dan memberikan ide, silahkan bergabung di komunitas ini," jelas Amril yang berprofesi sebagai penyiar radio ini.

Kreativitas Musisi Lokal dan Band Indie Tanjungpinang

Menurut Amril, tidak hanya di kancah nasional, semangat dan kreativitas bermusik juga terus berkembang di Tanjungpinang, Kepri.

Para penggiat musik atau musisi lokal juga berekspresi dalam bermusik dengan membentuk grup band indie dan menciptakan lagu dan nada tersendiri.

"Musisi dan beberapa band indie ini turut mendirikan komunitas Evolusi Muzik yang menjadi wadah untuk berekspresi dan menciptakan kreativitas tersendiri," terang Amril.

Salah satunya adalah Britjamz. Band indie yang mengusung genre atau aliran musik Rock, Psychedelic, British Pop dan Shoegaze. Band yang dibentuk tahun 2017 ini, digawangi oleh Inaz Nazar (Vokal dan Akustik Gitar). Boy (Drum). Eru (Gitar) dan Gatot TW (Bass). Sejak 2017, Britjamz memiliki lebih kurang 15 lagu ciptaan sendiri. Telah merilis empat single lagu bernada Psychedelic dan Rock di Youtube Britjamz Official.

Selanjutnya, The Kidz. Salah satu band indie yang mengusung genre Rock dan Grunge. Band yang dibentuk pada tahun 2017 ini, digawangi oleh Yogie (Vokal). Iin (Drum). Ekay (Gitar) dan Zicko (Bass). Sejak 2017, The Kidz memiliki dua lagu ciptaan sendiri. Telah merilis satu single lagu bernada Grunge dan Rock di Youtube The Kidz Official.

Kemudian Miru. Salah satu band indie yang mengusung genre Rock dan Pop Alternatif. Band yang dibentuk pada tahun 2008 ini, digawangi oleh Ishak (Vokal). Vino (Drum). Kamarudin aka Bahar (Gitar). Rino (Gitar) dan Dwi (Bass). Memiliki lebih kurang 40 lagu ciptaan sendiri. Telah merilis dua singgle lagu bernada Pop Alternatif dan Rock di Youtube Miru Band Official.

Selanjutnya Audiofreak. Salah satu band indie yang mengusung genre Rock dan Funk Rock Alternatif. Band yang dibentuk pada tahun 2017 ini, digawangi oleh Didid (Vokal). Dodi (Drum). Lanky (Gitar) dan Inop (Bass). Memiliki empat lagu ciptaan sendiri. Telah merilis dua single lagu bernada Funk Rock Alternatif di Youtube Audiofreak Official.

Pagar Ayu menjadi salah satu band indie yang mengusung genre Rock dan Pop Punk. Band yang dibentuk pada tahun 2019 ini, digawangi oleh Mamot (Vokal dan Gitar). Soni Apek (Drum). (Gitar) dan Barad (Bass). Memiliki 10 lagu ciptaan sendiri. Telah merilis dua single lagu bernada Pop Punk dan Rock di Youtube Pagar Ayu Official.

Stunned Shocked salah satu band indie yang mengusung genre Rock dan Alternative Rock. Band yang dibentuk pada tahun 2021 ini, digawangi oleh Boy (Vokal). Iin (Drum). Ekay (Gitar) dan Imam (Bass). Memiliki satu lagu ciptaan sendiri. Telah merilis satu single lagu bernada Alternative Rock dan Rock di Youtube Stunned Shocked Official.

Selanjutnya Hen Tend. Salah satu band indie yang mengusung genre Classic Rock. Band yang dibentuk pada tahun 2022 ini, digawangi oleh Hendra (Vokal). Iin (Drum). Maliki (Gitar). Eru (Gitar) dan Inop (Bass). Memiliki dua karya lagu ciptaan sendiri. Namun belum mengeluarkan single sebab masih dalam proses rekaman.

Selanjutnya Maliki. Salah seorang solois atau pemusik tunggal yang mengusung genre Slow Rock. Memiliki beberapa lagu ciptaan sendiri. Telah merilis satu single lagu bernada Slow Rock di Youtube Malik Muhamad Official

Terakhir Denonu. Salah satu band indie yang mengusung genre Pop Rock. Band yang dibentuk pada tahun 2009 ini, digawangi oleh Ratih (Vokal). Oka (Drum). Eru (Gitar). Okon (Gitar) dan Irul (Bass). (*)

Editor : Tunggul Manurung
#musik