batampos- Tidak adanya tong sampah di Taman Gurindam 12 Kota Tanjungpinang, Kepri membuat taman tersebut dikotori oleh sampah yang dibuang sembarangan oleh pengunjung.
Tumpukan sampah, baik di tanaman bunga hingga seluruh kursi membuat taman tersebut terlihat sangat kotor. Padahal, Taman Gurindam 12 terletak tepat di depan Gedung Dekranasda dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Kepri, Adi Prihantara mengatakan, pihaknya bakal membeli tong sampah, yang nantinya akan ditaruh di sejumlah titik taman Gurindam 12 Tanjungpinang.
Kendati demikian, penganggaran pengadaan tong sampah tersebut bakal dilaksanakan di tahun 2025 mendatang. "Akan dianggarkan ke tahun kemudian. Jadi ke depan kita sediakan tempat sampah," kata Adi, Rabu (2/10).
Dia menerangkan, bahwa menjaga kebersihan di taman tersebut merupakan tugas bersama antara Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang. Sebab, Pemprov Kepri sendiri memang tidak memiliki petugas kebersihan.
"Kita (Pemprov) Kepri tidak ada petugas kebersihan di sana (Taman Gurindam 12). Karena wilayahnya kabupaten kota,"
Menurutnya, berserakan sampah di Taman Gurindam 12 juga disebabkan oleh pedagang UMKM yang berjualan di sekitar lokasi tersebut. Sehingga, kata Adi pedagang harus ikut andil untuk menjaga kebersihan taman itu.
"Banyak yang jualan di sana. Kita juga minta pedagang ikut andil dalam kebersihan, karena sampahnya dari mereka (pedagang)," pungkasnya.
Kondisi Taman Gurindam 12 yang dikotori oleh sampah menimbulkan protes dari pengunjung yang mendatangi tempat tersebut.
"Ya risih juga. Soalnya sampahnya berserak dimana-mana," kata Ikhsan, warga sekitar yang sedang mengunjungi taman tersebut, Senin (30/9).
Menurutnya, sampah yang berserak di taman tersebut pun dapat menimbulkan pemikiran negatif bagi wisatawan yang datang. Ia khawatir, wisatawan yang datang berfikir bahwa Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri sangat kotor.
Kondisi ini, kata Ikhsan juga dipicu dengan tidak adanya tempat sampah, yang ada di taman tersebut. Sehingga, pengunjung yang datang mau tidak mau membuang sampah sembarangan.
"Harusnya setiap sisi ada tong sampah. Petugas kebersihan harusnya juga datang membersihkan. Saya pun yang duduk disini juga risih," ungkapnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung