Pria berusia 34 tahun itu ditemukan dalam kondisi berlumuran darah oleh warga, di semak belukar sebuah hutan di Kampung Sei Ladi RT02 RW03, pada Senin (4/11) sekitar pukul 10.30 WIB. Darah tersebut berasal dari luka tusukan, bagian perut korban.
Awalnya, warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian melihat sebuah motor honda beat warna merah, terparkir di dekat lahan kosong. Di dekat sepeda motor, terdapat tumpukan darah.
Tidak hanya disitu, ceceran dan tumpukan darah juga ada di sepanjang 300 meter jalan setapak di hutan tersebut. Warga pun mulai curiga, dan mengikuti ceceran darah yang membasahi tanah hingga rerumputan.
"Korban ditemukan sejauh 300 meter dari sepeda motornya. Ditemukan di semak-semak yang jarang dilalui oleh masyarakat," kata Kapolsek Tanjungpinang Kota, Iptu Missyamsu Alson di lokasi kejadian.
Korban, kata Alson ditemukan oleh warga dalam kondisi berlumuran darah, namun masih sadarkan diri. Selain itu, terdapat luka sobek bagian perut, diduga akibat tusukan senjata tajam.
Korban yang ditemukan dalam kondisi lemas itu, langsung dibawa ke Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, untuk diberikan pertolongan. Korban saat ini masih menjalani perawatan, akibat mengalami luka serius.
"Korban masih dirawat di Rumah Sakit, sekarang sudah sadarkan diri. Untuk barang bukti senjata tajam, masih kita cari di lokasi kejadian," sebutnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga hendak mengakhiri hidupnya. Korban diduga depresi, karena masalah biaya persalinan sang istrinya. Hal ini diperkuat dengan riwayat komunikasi, yang ada di dalam handphone milik korban.
"Dugaan awal kita depresi karena masalah keluarga. Karena 08.30 WIB dia sempat menghubungi kakak nya lewat telpon," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung