batampos- Sejumlah penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kepri sempat dilakukan pembatalan. Hal ini, membuat dampak bagi jumlah penumpang selama periode libur lebaran Idulfitri 2025.
Bandara RHF mencatat, jumlah penumpang yang tiba dan terbang dari Bandara tersebut mengalami penurunan sebesar 12 persen. Setidaknya terdapat 12.018 penumpang yang datang dan pergi dari Bandara RHF.
"Untuk periode H-10 sampai H+5 2025 ada 12.018 penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandara RHF, dengan total pergerakan pesawat sebanyak 120 penerbangan," kata Airport Operation RHF, Sujiwo, Senin (7/4).
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka penumpang di Bandara RHF mengalami penurunan 12 persen. Di tahun 2024 lalu, setidaknya ada sekitar 13.500 penumpang yang datang dan pergi dari Bandara RHF.
Menurutnya, penyebab penurunan jumlah penumpang disebabkan adanya pembatalan sejumlah penerbangan oleh beberapa maskapai. "Yakni susi Air dan Citilink, dengan total empat rute yang terdampak, termasuk 2 ke Jakarta, dan Dabo Singkep," tambahnya.
Ia menerangkan, maskapai Susi Air membatalkan penerbangan karena alasan perawatan pesawat atau maintenance. Kemudian maskapai Citilink masih menghentikan operasionalnya sebagaimana surat pemberitahuan sebelumnya.
Selain itu, harga tiket yang tinggi juga berpengaruh dengan jumlah penumpang di SBP. Kendati demikian, Sujiwo menyatakan bahwa mulai 8 April mendatang, situasi mulai kembali normal.
"Untuk penerbangan Maskapai Citilink akan kembali terbang setiap hari, disusul Garuda Indonesia dengan total empat kali frekuensi penerbangan harian," sebutnya.
Sementara untuk rute antar pulau, seperti yang dilayani oleh Susi Air, frekuensinya masih dua kali seminggu, yakni setiap Senin dan Kamis. "Kemudian Susi Air dengan kapasitas 12 penumpang per penerbangan, dikatakan selalu penuh untuk rute tersebut," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung