batampos- Kondisi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Kepri kian memprihatinkan. Kebocoran atap di kantor wakil rakyat tersebut sangat terlihat jelas. Adapun biaya perawatan yang dikeluarkan 2024 lalu tak mampu memperbaiki.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan biaya perjalanan dinas DPRD Tanjungpinang di tahun 2025 yang mencapai Rp4,3 Miliar lebih. Angka tersebut terdaftar dalam sistem informasi rencana umum pengadaan (SiRUP).
Pantauan Batam Pos, Jumat (11/4) pagi kebocoran atap gedung DPRD Tanjungpinang terlihat jelas di Ruang Rapat Paripurna. Noda bekas air hujan terlihat mencolok di dekat karpet hijau, yang menghiasi ruangan rapat tersebut.
Tidak hanya itu, noda bekas air hujan terlihat mencolok di langit-langit lantai dua. Beberapa titik menunjukkan kerusakan serius, seperti cat yang mengelupas, bercak lembab berwarna coklat, hingga indikasi kebocoran yang dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan.
Gedung yang menjadi pusat kegiatan wakil rakyat tersebut seolah-olah tidak terurus. Padahal berdasarkan data yang diperoleh dari sistem informasi rencana umum pengadaan (SiRUP), Sekretariat DPRD Tanjungpinang menganggarkan pemeliharaan gedung tersebut di tahun 2024.
Pada tahun 2024 tersebut, Sekretariat DPRD menganggarkan Rp10.678.000 untuk belanja pemeliharaan plafon Gedung DPRD. Kemudian Rp130 juta untuk pemeliharaan bangunan gedung, tempat kerja dan kantor. Selain itu, sebesar Rp200 juta untuk belanja pemeliharaan bangunan gedung, tempat kerja, gedung kantor dan belanja pemeliharaan ruang rapat sekretariat.
Sekretaris DPRD Tanjungpinang, M. Amin enggan memberikan tanggapan, saat dikonfirmasi terkait memprihatinkan Gedung yang ditempati wakil rakyat tersebut. Namun, sebelumnya ia mengakui bahwa bocoran atap ruang rapat paripurna memang tidak bisa teratasi lagi.
"(Ruangan) yang bocor banyak. Cuma yang parah memang disini (ruang rapat utama). Besarnya bocor di ruangan ini, memang tidak bisa diatasi lagi," kata Amin, Jumat (18/10/2024).
Saat itu, kata dia pihaknya perlu merenovasi gedung DPRD Tanjungpinang secara total, untuk memperbaiki atap ruangan yang bocor. Mengingat, banyaknya kontruksi yang rusak, lantaran telah termakan usia.
"Ya semoga periode ini, anggota DPRD dapat menganggarkan (perbaikan gedung). Ini juga tantangan terbesar kita, untuk mengatasi yang bocor-bocor ini," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung