batampos – Krisis air di Waduk Gesek, Kabupaten Bintan, berdampak pada ribuan pelanggan PDAM Tirta Kepri di Kota Tanjungpinang. Sebanyak 6 ribu pelanggan kini dialihkan pasokan air bakunya ke Waduk Sungai Pulai akibat penyusutan tinggi muka air yang signifikan.
Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik, mengatakan ketinggian air Waduk Gesek saat ini hanya tersisa sekitar 40 sentimeter dari kondisi normal yang mencapai 2 meter.
“Kita sedang membagi wilayah pelayanan Waduk Gesek. Ada 6 ribu pelanggan yang dialihkan dari total sekitar 7 ribu pelanggan,” ujar Kholik, Kamis (12/2).
Menurutnya, pelanggan yang dialihkan berada di kawasan Batu 10 hingga Batu 5, Jalan Gatot Subroto, Tanjungpinang. Pasokan air baku untuk wilayah tersebut tidak lagi bersumber dari Waduk Gesek.
“Jadi akan dilayani dari Waduk Sungai Pulai, yang sebelumnya dari Waduk Gesek. Ini berlangsung sampai ketinggian Waduk Gesek kembali normal,” jelasnya.
Penyusutan drastis tinggi muka air Waduk Gesek terjadi akibat cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya, debit air yang didistribusikan ke pelanggan terpaksa dikurangi.
Salah seorang warga Jalan Gatot Subroto, Retno, mengaku aliran air PDAM ke rumahnya masih berjalan, namun debitnya mengecil sejak beberapa pekan terakhir.
“Air tetap jalan, tapi debitnya mengecil dari biasanya. Kami terpaksa mengurangi penggunaan air, tidak boros lagi,” ujarnya.
PDAM Tirta Kepri mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama masa pengalihan distribusi berlangsung guna menjaga ketersediaan air bagi seluruh pelanggan. (*)
Editor : Jamil Qasim