Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pengendara Beli BBM Pakai Tandon, Disdagin Tanjungpinang Klaim Bukan BBM Subsidi 

Mohamad Ismail • Rabu, 8 April 2026 | 17:45 WIB
Disdagin Tanjungpinang saat melakukan sidak di SPBU Batu Hitam, Rabu (8/4). F. Mohamad Ismail/Batam Pos 
Disdagin Tanjungpinang saat melakukan sidak di SPBU Batu Hitam, Rabu (8/4). F. Mohamad Ismail/Batam Pos 

Batampos - Seorang pengendara di Kota Tanjungpinang, Kepri menjadi sorotan usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan tandon air di SPBU Jalan Soekarno-Hatta.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang mengkalim telah melakukan pengecekan, usai adanya informasi terkait pengendara yang mengisi BBM menggunakan tandon air.

"Memang ada yang mengisi BBM pakai tandon air, lada sore kemarin," kata Kabid Perdagangan Disdagin Tanjungpinang, Siska, Rabu (8/4/2026).

Dari hasil pengecekan CCTV, mobil pickup tersebut tidak kedapatan mengisi BBM solar subsidi, melainkan mengisi BBM jenis dexlite, yang merupakan BBM non subsidi.

Pengendara tersebut, kata dia mengisi dalam jumlah banyak, yakni sebanyak 3.000 liter. Namun, ia mengkalim mengisi BBM dexlite dalam jumlah banyak sekaligus tidak melanggar aturan.

Baca Juga: Tenaga Kesehatan Puskesmas Ramai Ajukan Pindah Ke RSUD Tarempa

"Sudah kita konfirmasi ke Pertamina, jadi aturannya berbeda dengan subsidi. Informasi yang kita dapat BBM itu untuk keperluan kapal," tambahnya.

Menurutnya, pengendara yang hendak mengisi BBM non subsidi dalam jumlah banyak tidak perlu meminta izin dari pihak terkait. Terlebih, belum ada aturan pembatasan kuota pembelian BBM non subsidi.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, BBM subsidi terus kita awasi agar tepat sasaran," sebutnya.

Sementara itu, Kepala SPBU Batu Hitam, Ahmad, mengonfirmasi bahwa pengisian menggunakan tandon tersebut merupakan kali kedua yang dilakukan oleh pelanggan yang sama. 

Menurutnya, Dexlite dapat dilayani menggunakan wadah apa pun selama materialnya aman.

"Dexlite memang tidak ada aturan kuota, bisa diisi dengan jerigen atau tandon yang aman," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#tanjungpinang #bbm