Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Stok Minyakita di Gudang Bulog Tanjungpinang Sisa 3.600 Liter, Cuma Cukup Hingga Akhir April Ini

Mohamad Ismail • Jumat, 24 April 2026 | 16:15 WIB
STOK Belasan ribu dus minyak goreng Minyakita yang tiba di Tanjungpinang Maret lalu, kini menipis. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
STOK Belasan ribu dus minyak goreng Minyakita yang tiba di Tanjungpinang Maret lalu, kini menipis. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

Batampos - Stok minyak goreng murah bersubsidi Minyakita kian menipis di Tanjungpinang. Kondisi ini tidak hanya terjadi di gudang distributor saja, melainkan juga gudang Bulog.

Saat ini, stok minyakita di Gudang Bulog Tanjungpinang hanya tinggal 3.600 liter saja. Jumlah tersebut diklaim hanya mampu bertahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir bulan April 2026 ini.

"Stok kita bertahan hingga akhir bulan ini saja. Belum dapat informasi kapan datang lagi dan belum dipastikan untuk bulan Mei," kata Kepala Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menanggapi terkait kekosongan minyakita di swalayan-swalayan yang ada di Tanjungpinang. Menurutnya, tidak semua ritel mengambil pasokan minyakita dari Bulog Tanjungpinang.

Terlebih, selama ini Bulog Tanjungpinang hanya fokus untuk menggunakan minyakita sebagai bantuan pangan, hingga menyuplai di pasar murah. 

"Jadi pendistribusian yang kita pegang ini untuk bantuan pangan. Seperti bantuan 20 kilogram beras dan 4 liter Minyakita," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang, Riany mengakui pihaknya telah berkoordinasi dengan distributor utama (D1) untuk memastikan kondisi pasokan minyakita.

Baca Juga: Kenaikan BBM Nonsubsidi Ancam Tarif Logistik di Batam Naik hingga 40 Persen

"Stok minyakita memang menipis. Stok masih ada, baik di Bulog maupun D1, hanya saja distribusinya tersebar ke beberapa swalayan dan RPK sehingga cepat berkurang," tambahnya.

Ia menambahkan, kondisi global turut mempengaruhi distribusi minyak goreng, termasuk kebijakan ekspor dari produsen yang berdampak pada pasokan dalam negeri.

Khusus Tanjungpinang, kata dia kebutuhan Minyakita diperkirakan mencapai 30 hingga 35 ribu dus per bulan, dengan satu dus berisi 12 liter.

Untuk mengantisipasi kekurangan ini, distributor telah menambah pasokan dari Medan dan Dumai. "Distributor menambah kuota sekitar 12 ribu dus. Dari Medan sekitar 8 ribu dus dan Dumai 4 ribu dus khusus untuk Tanjungpinang," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Minyakita langka #Bulog Tanjungpinang #tanjungpinang #MinyaKita