Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kasus Malaria di Tanjungpinang Meroket, Tembus 55 Kasus hingga April Berjalan

Mohamad Ismail • Jumat, 1 Mei 2026 | 15:00 WIB
KEPALA Dinkes Tanjungpinang, Rustam. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
KEPALA Dinkes Tanjungpinang, Rustam. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

Batampos - Kasus malaria melonjak tajam di Tanjungpinang. Hingga April 2026, penyakit yang berasal dari parasit Plasmodium itu telah mencapai sebanyak 55 kasus.

Kasus ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dimana, 2025 kasus malaria hanya mencapai 53 kasus saja.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, Rustam mengatakan puluhan kasus malaria tahun ini paling banyak tersebar di Kelurahan Senggarang dan Kampung Bugis.

Menurutnya, tingginya kasus malaria pada pertengahan tahun ini disebabkan faktor relaps (kambuh), serta kasus impor yang kemudian menyebar melalui gigitan nyamuk.

Baca Juga: Ragam Rasa Nyonya Hadir di Batam, Sajikan Kuliner Peranakan Autentik Berkonsep All You Can Eat

"Kasus malaria yang muncul ini sebagian merupakan relaps dan juga kasus impor, yang kemudian ditularkan oleh nyamuk perantara," kata Rustam, Jumat (1/5).

Ia menerangkan, wilayah Senggarang dan Kampung Bugis memang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap penyebaran malaria. Terlebih, banyaknya rawa-rawa menjadi tempat ideal bagi nyamuk Anopheles berkembang biak.

"Dua wilayah itu memang wilayah rawan karena banyak rawa yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Anopheles," tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran malaria yang masih terjadi di ibu kota provinsi tersebut. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#kasus malaria tanjungpinang #malaria