Batampos - Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Tanjungpinang membenarkan adanya satu atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kepri yang masuk tidak melalui seleksi terbuka.
Namun, atlet tersebut masuk dari luar seleksi terbuka, yang dilakukan berdasarkan kebutuhan tim dan evaluasi kemampuan, terutama untuk memenuhi target mempertahankan gelar juara umum.
"Memang ada satu orang yang kami seleksi bukan melalui seleksi terbuka, namun secara lisan ke guru-guru. Karena ini kebutuhan kita," kata Ketua PASI Tanjungpinang, Ade Noverwin, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: Truk Tanah Ugal-ugalan di Seibeduk Dikeluhkan Warga, Debu dan Batu Ancam Pengendara
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah terkait jadwal seleksi atlet atletik pada 10 April 2026 lalu. Terdapat 108 orang yang menjalani seleksi, mulai dari atlet lari, hingga lempar lembing.
Seleksi itu, kata dia juga diawasi oleh pelatih, juri hingga pihak Dispora Tanjungpinang. Setelah proses seleksi usai, PASI masih kekurangan atlet lempar lembing.
"Lempar lembing yang ikut tes ada empat orang. Nomor 1 jarak lemparannya 25 meter, sedangkan juara 1 tahun lalu sejauh 38 meter," sebutnya.
Berdasarkan pertimbangan dari pelatih, hasil seleksi tersebut belum memuaskan, mengingat jadwal Popda Kepri bakal dilakukan pada awal Juli mendatang. Sehingga, PASI Tanjungpinang memutuskan untuk mencari atlet lain, dengan berkoordinasi ke sekolah-sekolah.
Satu orang atlet berpotensi pun ditemukan. Ade menyebut pihaknya langsung melakukan seleksi, walaupun seleksi tersebut dilakukan diluar dari jadwal yang ditentukan.
Baca Juga: Dishub Batam Tegas soal Jukir Greenland: Trotoar Bukan Tempat Parkir
"Kita tes, jarak lemparannya tembus 33 meter. Karena kebutuhan, jadi kita ambil atlet ini. Apalagi dia sedang persiapan untuk O2SN," tegasnya.
Dengan alasan strategi kemenangan, Ade mengaku pihaknya tidak membawa atlet lempar lembing hasil seleksi terbuka tersebut. Sebab, pihkanya ingin meraih emas atau perak dalam Popda Kepri.
"Secara regulasinya sudah kita tanyakan ke Dispora dan boleh direkrut atlet berpotensi tersebut. Karena kita mencari peluang menang," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak