batampos - Perum Bulog terus memperluas distribusi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras medium di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Upaya ini dilakukan melalui pembangunan dan penambahan gudang Bulog yang mulai direalisasikan bertahap pada 2026.
Program ini menjadi bagian dari strategi Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung agenda swasembada pangan berkelanjutan, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan geografis kepulauan.
Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan pembangunan infrastruktur pascapanen tersebut difokuskan pada lima titik wilayah 3T di Kepri.
“Khusus di Kepri, tahun ini akan dibangun infrastruktur pasca panen berupa gudang Bulog di lima titik yang menyasar pulau 3T seperti Natuna, Anambas, dan Lingga,” ujarnya, Sabtu.
Perluasan Gudang di Natuna, Anambas, dan Lingga
Di Kabupaten Natuna, Bulog akan menambah tiga gudang baru di Pulau Laut, Midai, dan Serasan, masing-masing berkapasitas 1.000 ton beras. Saat ini Natuna telah memiliki dua gudang di Ranai dan Sedanau dengan kapasitas serupa.
Dengan tambahan tersebut, Natuna akan memiliki total lima gudang Bulog sebagai gerbang utara NKRI untuk memperkuat distribusi pangan.
Sementara di Kabupaten Kepulauan Anambas, satu gudang baru akan dibangun di Pulau Jemaja dengan kapasitas 1.000 ton. Saat ini, Anambas telah memiliki gudang di Tarempa dengan kapasitas yang sama.
Di Kabupaten Lingga, pembangunan satu gudang tambahan akan difokuskan di Pulau Dabok dengan kapasitas 1.000 ton. Realisasi pembangunan direncanakan mulai 2027, melengkapi gudang yang sudah ada di Daik.
Batam, Bintan, dan Karimun Sudah Memadai
Untuk wilayah Kota Batam, Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan), Bulog menyebut kapasitas gudang yang ada saat ini, yakni 2.000–3.500 ton, masih mencukupi untuk kebutuhan SPHP masyarakat.
Adapun di Kabupaten Karimun, saat ini masih menggunakan gudang sewa berkapasitas 800 ton. Pemerintah pusat berencana membangun gudang permanen dengan kapasitas 2.000 ton dalam waktu dekat.
Dukungan Pemerintah dan Skema Pembiayaan
Arief menjelaskan bahwa pembangunan gudang Bulog di wilayah 3T merupakan hasil usulan pemerintah daerah dan masyarakat, yang kemudian dikaji serta disetujui oleh Bulog bersama pemerintah pusat.
Seluruh pembangunan akan dibiayai melalui APBN, sementara pemerintah daerah hanya menyiapkan hibah lahan. Fasilitas yang dibangun tidak hanya gudang, tetapi juga kompleks operasional seperti kantor, rumah dinas, musala, hingga fasilitas pekerja.
“Kita akan menempatkan SDM Bulog di pulau 3T,” katanya.
Perkuat Distribusi dan Antisipasi Cuaca Ekstrem
Menurut Bulog, kondisi geografis Kepri yang terdiri dari ribuan pulau menyebabkan tantangan distribusi, termasuk jarak antarwilayah yang jauh dan kondisi cuaca laut yang tidak menentu.
Sebagai contoh, perjalanan dari Ranai ke Pulau Laut dapat memakan waktu sekitar enam jam perjalanan laut.
Dengan adanya gudang di pulau-pulau 3T, distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diharapkan lebih cepat, stabil, dan mampu menjaga harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Ke depan, dengan adanya gudang di Pulau Laut, kita bisa menjaga pasokan lebih awal, termasuk menghadapi musim angin utara dengan gelombang tinggi,” ujar Arief. (*)
Editor : Putut Ariyo