Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kasus Malaria di Tanjungpinang Tembus 129 Orang, Senggarang dan Kampung Bugis Jadi Fokus Penanganan

Antara • Jumat, 19 Juni 2026 | 22:01 WIB
 Kawasan pemukiman warga pesisir di Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepri. ANTARA/Ogen
Kawasan pemukiman warga pesisir di Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepri. ANTARA/Ogen

batampos – Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), meningkatkan upaya pengendalian malaria menyusul lonjakan kasus yang terjadi di wilayah tersebut. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sebanyak 129 warga terjangkit malaria dan 99 di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Dua wilayah yang menjadi pusat penyebaran kasus saat ini adalah Kelurahan Senggarang dan Kelurahan Kampung Bugis.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Tanjungpinang, dr. Elfiani Sandri, mengatakan pemerintah daerah telah mengerahkan berbagai langkah penanganan secara terpadu guna menekan penyebaran penyakit tersebut.

“Sebaran kasus malaria didominasi di Senggarang dan Kampung Bugis, yang kini menjadi fokus utama penanganan lintas sektor pemerintah daerah,” kata Elfiani di Tanjungpinang, Jumat.

Menurutnya, sejumlah langkah pengendalian telah disiapkan, mulai dari fogging atau pengasapan, peningkatan edukasi kepada masyarakat, hingga dukungan program Indoor Residual Spraying (IRS) dari Kementerian Kesehatan RI dan Komisi Ahli Malaria melalui penyemprotan dinding rumah warga.

Baca Juga: 10 Bulan Disidik, Kasus Kavling Bodong Sagulung Belum Tetapkan Tersangka

Elfiani menegaskan peningkatan kasus malaria harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena berpotensi meluas apabila tidak ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Ia menilai keberhasilan pengendalian malaria tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah perkembangbiakan nyamuk penular.

Pemkot Tanjungpinang juga mengingatkan masyarakat bahwa nyamuk Anopheles, yang menjadi vektor penyebab malaria, dapat berkembang biak di berbagai genangan air bersih, termasuk bak mandi maupun tempat penampungan air di sekitar rumah.

“Upaya pencegahan juga didukung intervensi teknis untuk mencegah nyamuk berkembang biak di lingkungan rumah warga,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Yosei Susanti, menyatakan pihaknya siap memperkuat dukungan penanganan malaria di Tanjungpinang, terutama di wilayah dengan angka kasus tertinggi.

“Kami akan memperkuat penyuluhan kepada masyarakat serta mendukung pelayanan kesehatan bagi pasien malaria agar proses pemulihan berjalan optimal,” kata Yosei.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepri bersama pemerintah daerah juga berupaya memperoleh dukungan anggaran dari Kementerian Kesehatan untuk memperkuat program pengendalian malaria.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat keterbatasan fiskal daerah yang terjadi akibat kebijakan efisiensi anggaran, sementara kebutuhan penanganan kasus dan pencegahan penyebaran malaria terus meningkat. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Dinkes Kepri #tanjungpinang #kesehatan #kepulauan riau #malaria