batampos – Sebanyak 77 gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga kini belum dapat beroperasi. Pemerintah Provinsi Kepri menyebut pengoperasian gerai masih menunggu kelengkapan berbagai sarana pendukung usaha.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, mengatakan Kepri memperoleh alokasi pembangunan 407 Koperasi Merah Putih yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.
Dari jumlah tersebut, 275 lokasi telah menyelesaikan tahapan pematangan lahan, sedangkan 77 gerai telah rampung dibangun secara fisik.
"Yang sudah dibangun secara fisik ada 77 unit, namun semuanya belum bisa beroperasi," kata Riki, Senin (3/8).
Terkendala Sarana Pendukung Usaha
Riki menjelaskan, belum beroperasinya puluhan gerai tersebut disebabkan perlengkapan operasional belum tersedia secara lengkap.
Beberapa fasilitas yang masih dipersiapkan antara lain rak etalase untuk penataan produk hingga kendaraan operasional yang akan digunakan mengangkut barang kebutuhan koperasi.
Menurutnya, seluruh perlengkapan tersebut masih menjalani proses verifikasi dan validasi sebelum didistribusikan ke masing-masing gerai.
"Koperasi akan mulai beroperasi setelah seluruh sarana pendukung usaha dinyatakan lengkap," ujarnya.
Ditargetkan Beroperasi September 2026
Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan peresmian operasional Koperasi Merah Putih dilakukan pada September 2026.
Salah satu koperasi yang dipersiapkan menjadi proyek percontohan nasional berada di Kelurahan Galang Baru, Kota Batam.
Koperasi tersebut akan mengelola pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1 megawatt (MW) yang disebut sebagai model pertama di Indonesia untuk dikelola oleh Koperasi Merah Putih.
Baca Juga: 7 Alasan Psikologis Mengapa Kita Merasa Bersalah Saat Ingin Hidup Lebih Baik
"Galang Baru menjadi percontohan nasional. Kapasitas PLTS-nya 1 MW dan diperkirakan diresmikan pada September mendatang," ujar Riki.
Gerai Permanen Diharapkan Tingkatkan Keberlanjutan
Riki juga mengungkapkan, sejumlah Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bintan sebelumnya sempat berhenti beroperasi karena masih memanfaatkan bangunan milik pemerintah sebagai lokasi usaha.
Dengan pembangunan gerai permanen, pemerintah berharap koperasi memiliki fasilitas yang lebih memadai sehingga operasional dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain itu, para manajer koperasi juga telah menyelesaikan pelatihan sebagai bekal dalam mengelola usaha setelah koperasi resmi beroperasi.
"Pembangunan gerai ini diharapkan menjadi semangat baru bagi pengelolaan Koperasi Merah Putih di Kepri karena para manajernya juga telah selesai mengikuti pelatihan," tutup Riki. (*)
Editor : Putut Ariyo