batampos – BPJS Kesehatan Cabang Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), memperkuat upaya pencegahan penyakit kronis, khususnya diabetes melitus dan hipertensi, pada masyarakat usia produktif 45 tahun ke bawah.
Langkah tersebut dilakukan menyusul masih ditemukannya indikasi diabetes dan hipertensi pada kelompok usia muda. Pergeseran pola hidup, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, hingga stres menjadi sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian.
Kepala BPJS Kesehatan Tanjungpinang Nara Grace mengatakan tantangan dalam pencegahan penyakit kronis adalah rendahnya kesadaran kelompok usia muda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Tantangan kita saat ini usia muda jarang datang ke fasilitas kesehatan karena belum ada keluhan yang mengganggu aktivitas. Program pencegahan ini yang harus kita galakkan ke depan, sebab potensi diabetes maupun hipertensi bisa menjadi komplikasi semakin berat,” kata Grace di Tanjungpinang, Senin.
Sasar Peserta Prolanis di Bawah 45 Tahun
Salah satu upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan Tanjungpinang adalah mengembangkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bagi peserta berusia di bawah 45 tahun.
Program tersebut ditujukan untuk membantu kelompok usia produktif mengendalikan penyakit kronis, mencegah komplikasi, serta mempertahankan kualitas hidup agar tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Peserta Prolanis muda dilibatkan dalam kegiatan senam sehat secara rutin setiap Jumat atau Sabtu di klinik maupun puskesmas. Mereka juga mendapatkan edukasi kesehatan dari dokter.
Selain itu, peserta memperoleh obat melalui Program Rujuk Balik (PRB) serta pemeriksaan darah secara berkala setiap enam bulan di laboratorium tanpa harus menjalani pemeriksaan langsung di rumah sakit.
Grace mengatakan BPJS Kesehatan Tanjungpinang juga memanfaatkan data kunjungan masyarakat ke puskesmas untuk mengidentifikasi warga berusia di bawah 45 tahun yang berpotensi mengalami diabetes maupun hipertensi.
“Kita ambil data itu lalu diberikan ke puskesmas terkait pasien di bawah 45 tahun yang berpotensi diabetes dan hipertensi untuk diberikan penyuluhan, pemeriksaan darah rutin hingga obat-obatan PRB,” ujarnya.
Kenali Gejala Diabetes dan Hipertensi
Grace menjelaskan, sejumlah tanda dapat menjadi indikasi seseorang mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan diabetes. Di antaranya sering buang air kecil, terutama pada malam hari, mudah lelah atau mengantuk, serta mengalami perubahan berat badan.
Namun, gejala yang dirasakan setiap orang dapat berbeda sehingga pemeriksaan kesehatan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi seseorang.
Sementara itu, hipertensi kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas. Keluhan seperti pusing atau rasa tegang dapat terjadi, tetapi tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator seseorang mengalami tekanan darah tinggi.
Karena itu, pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan, termasuk bagi masyarakat yang masih berusia muda.
Menurut Grace, risiko diabetes dan hipertensi dapat meningkat akibat pola hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta stres.
“Sebenarnya, tak apa-apa kalau sudah terlanjur diabetes, asal makan obat rutin agar tetap stabil. Kalau tidak stabil, bisa berpotensi komplikasi jantung, paru-paru, ginjal sampai mata,” katanya.
Pencegahan Tekan Risiko Komplikasi
Grace menegaskan pencegahan dan pengendalian penyakit kronis perlu dilakukan sejak dini. Pengendalian kadar gula darah dan tekanan darah dapat membantu menekan risiko komplikasi yang lebih serius.
Selain berdampak terhadap kualitas hidup, komplikasi penyakit kronis juga berpotensi meningkatkan beban pembiayaan kesehatan yang ditanggung melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Karena itu, BPJS Kesehatan Tanjungpinang mendorong masyarakat usia produktif untuk tidak menunggu munculnya keluhan sebelum memeriksakan kondisi kesehatan.
Pemeriksaan rutin, aktivitas fisik, pola makan seimbang, menghindari rokok, serta pengelolaan stres menjadi bagian penting dalam upaya mencegah dan mengendalikan diabetes maupun hipertensi sejak usia muda. (*)
Editor : Putut Ariyo