150 Kasus Karhutla Terjadi di Tanjungpinang, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:31 WIB
Petugas DKP Tanjungpinang saat memadamkan api yang membakar lahan di wilayah Tanjungpinang Timur. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Petugas DKP Tanjungpinang saat memadamkan api yang membakar lahan di wilayah Tanjungpinang Timur. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Dalam beberapa pekan terakhir, petugas pemadam kebakaran harus menangani sejumlah kejadian kebakaran lahan yang dipicu kondisi cuaca panas dan angin kencang.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DKP) Tanjungpinang, Juliadi Halomoan, mengatakan dalam sehari bisa terjadi satu hingga empat kejadian kebakaran lahan. Sementara sejak Januari hingga 13 Agustus 2026, tercatat sekitar 150 kasus karhutla.

“Rata-rata dalam sehari ada satu hingga empat kejadian kebakaran lahan. Sementara sejak Januari hingga sekarang ada 150-an kejadian,” kata Juliadi, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Warga Kesal, Lahan Bersertifikat di Tanjunguban Bintan Dipasang Patok KPHP

Menurutnya, ratusan hektare lahan telah terdampak kebakaran hingga pertengahan tahun ini. Kecamatan Tanjungpinang Timur menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak.

Juliadi menyebut sebagian besar kebakaran dipicu aktivitas warga yang membakar sampah. Api kemudian dengan cepat merambat ke lahan di sekitarnya karena kondisi cuaca panas dan angin kencang.

“Tidak ada korban jiwa dan lokasi terbanyak di Tanjungpinang Timur,” ujarnya.

Jumlah kasus tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, tercatat sekitar 83 kasus karhutla dalam periode tiga bulan.

Baca Juga: Kampung Ceria Bougenville Jadi Ruang Bersama Warga untuk Mandiri dan Sejahtera

DKP Tanjungpinang mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin kencang.

Masyarakat juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah membakar sampah dan tidak meninggalkan sumber api yang berpotensi merambat ke lahan sekitar.

“Apalagi saat ini musim panas, api pembakaran sampah mudah merambat dan membakar lahan,” pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
pemadam kebakaran karhutla