Pemko Tanjungpinang Gelar GPM untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

Antara • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:31 WIB
Warga berbelanja kebutuhan pokok melalui gerakan pangan murah (GPM) di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Kepri, Jumat (21/8/2026). ANTARA/Ogen
Warga berbelanja kebutuhan pokok melalui gerakan pangan murah (GPM) di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Kepri, Jumat (21/8/2026). ANTARA/Ogen

batampos — Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang Robert Lukman mengatakan GPM berlangsung selama dua hari, yakni 20-21 Agustus 2026, di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Bintan Center.

"Selain membantu meringankan beban masyarakat, kita juga memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia melalui GPM pada HUT RI ini," kata Robert di Tanjungpinang, Jumat (21/8).

Menurut dia, sejumlah komoditas yang paling diminati masyarakat dalam kegiatan tersebut antara lain beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), telur, cabai, gula pasir, dan minyak goreng. Harga komoditas itu dijual sekitar 10-15 persen lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Robert menyebut jumlah komoditas yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Perum Bulog, misalnya, menyediakan sekitar dua ton beras dan 2.400 liter minyak goreng.

Sementara itu, cabai merah yang dijual dalam GPM berasal dari petani lokal dengan stok sekitar 60 kilogram.

"Selama ini kita punya mitra yang sudah menjadi vendor, di antaranya Bulog, Sari Mart, Gerai Pangan, telur ras, dan Adibapok," ujarnya.

Robert menambahkan, pelaksanaan GPM turut memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Menurut dia, kondisi harga bahan pokok juga belum memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan inflasi pada periode Juni-Juli 2026.

"Berdasarkan rilis BPS, yang cukup tinggi itu transportasi dan perhiasan, sementara bahan pokok masih stabil," katanya.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga, Novi, mengapresiasi pelaksanaan GPM yang digelar Pemkot Tanjungpinang. Ia menilai harga sejumlah kebutuhan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Novi membeli beras, telur, gula, dan minyak goreng. Untuk telur, misalnya, harga di GPM sebesar Rp48 ribu per papan, sedangkan di swalayan sekitar Rp53 ribu per papan.

Adapun beras dijual Rp58 ribu per kemasan lima kilogram, sementara harga di pasaran berkisar Rp61 ribu hingga Rp62 ribu per lima kilogram.

Novi mengaku mengetahui informasi GPM dari temannya yang membagikan informasi mengenai kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa kembali digelar dengan jangkauan informasi yang lebih luas.

"Kalau bisa ada lagi di awal bulan, pas baru gajian. Lumayan, bisa belanja kebutuhan dapur dengan harga lebih murah," kata Novi usai berbelanja di GPM. (*)

Editor : Jamil Qasim
Gelar GPM pemko tanjungpinang