batampos - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purnawirawan) Trenggono, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Pelanggaran terhadap ketentuan pelaksanaan program tersebut dapat berujung pada sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Penegasan itu disampaikan Trenggono saat meninjau dapur SPPG Batu Aji Tanjung Uncang dan SPPG Sekupang Tanjung Riau II, Kota Batam, Kamis. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura.
“Dengan ketaatan terhadap pedoman operasional oleh semua pihak, diharapkan tak ada lagi permasalahan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan,” kata Trenggono.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi untuk memastikan pengelolaan makanan di kedua dapur SPPG berjalan sesuai standar yang ditetapkan BGN.
BGN Ingatkan Mitra SPPG Patuhi Standar Operasional MBG
Trenggono menekankan bahwa kepala SPPG, mitra pelaksana, dan yayasan harus mematuhi seluruh prosedur operasional yang tercantum dalam petunjuk teknis program MBG.
Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas pengelolaan makanan sekaligus mencegah persoalan yang dapat merugikan penerima manfaat.
Menurut dia, pelaksanaan program MBG harus berjalan sesuai tujuan Presiden Prabowo Subianto agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang menjadi sasaran program.
Ia juga mengingatkan seluruh mitra dan yayasan agar menjadikan ketentuan yang berlaku sebagai landasan utama dalam menjalankan program.
Selain kepatuhan terhadap standar, BGN mendorong penguatan pengawasan, baik secara internal maupun eksternal. Keterlibatan masyarakat juga dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai aturan.
“Jika ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG, tentu akan ada sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Program MBG di Kepri Jangkau 579.270 Penerima Manfaat
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan program MBG telah memberikan dampak positif bagi penerima manfaat di wilayah tersebut.
Menurut Nyanyang, program ini berperan dalam meningkatkan asupan gizi anak sekolah, mendukung konsentrasi belajar, serta menjadi bagian dari upaya pencegahan masalah gizi dan stunting.
“Program ini bukan hanya sekadar soal makanan, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Nyanyang.
Berdasarkan data hingga 31 Maret 2026, program MBG di Kepri telah menjangkau 579.270 penerima manfaat atau sekitar 85,26 persen dari target 679.402 penerima manfaat.
Data tersebut menunjukkan sebagian besar target penerima manfaat telah terjangkau. Namun, pengawasan terhadap standar pengolahan dan distribusi makanan tetap diperlukan agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan manfaatnya dapat diterima secara optimal.
Dengan penguatan pengawasan, kepatuhan mitra SPPG, serta keterlibatan masyarakat, pelaksanaan MBG di Kepri diharapkan semakin berkualitas dan mampu mencapai target penerima manfaat yang telah ditetapkan. (*)
Editor : Putut Ariyo