Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Turis Denmark Ikut Pawai Takbir Idulfitri di Anambas

M
Penulis: Mohamad Ismail❯

ILUSTRASI turis Denmark turut pawai takbir rayakan Lebaran di Anambas. F AI-Gemini
ILUSTRASI turis Denmark turut pawai takbir rayakan Lebaran di Anambas. F AI-Gemini


Advertisement

Batampos - Ada yang tak biasa dalam malam perayaan Idulfitri di Anambas, Jumat (20/3/2026) malam tadi. Pada malam takbir itu, bukan hanya warga lokal saja yang turut meramaikan malam takbir, melainkan belasan wisatawan mancanegara asal Denmark turut serta. Mereka antusias membawa obor dengan wajah sumringah.

Sontak, banyak mata tertuju kepada mereka. Warga lokal pun antusias dan heboh melihat mereka turut serta berbaur memeriahkan malam takbiran.

Diketahui, para wisatawan itu bergabung dalam rombongan Masjid Jami' Nurul Ihsan, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan. Mereka berjalan bersama peserta lain mengikuti rute yang telah ditentukan.

Advertisement

Tidak hanya menyaksikan, para wisman juga ikut langsung dalam barisan pawai. Mereka bahkan terlihat memegang obor yang telah dihidupkan, sama seperti peserta lainnya.

Aksi tersebut membuat masyarakat terkejut sekaligus kagum. Pasalnya, jarang wisatawan asing ikut dalam tradisi keagamaan seperti pawai takbir.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para wisman tampak menikmati suasana. Mereka juga beberapa kali berinteraksi dengan warga yang penasaran dengan kehadiran mereka.

Advertisement

Kehadiran wisatawan ini dinilai menjadi pengalaman baru bagi masyarakat setempat. Banyak warga yang merasa bangga karena budaya lokal mendapat perhatian dari luar negeri.

Salah seorang warga, Yuzrial, mengaku terkejut melihat wisatawan asing ikut dalam pawai takbir. Menurutnya, hal tersebut merupakan momen yang jarang terjadi.

“Saya kaget juga melihat orang luar negeri ikut pawai takbir, apalagi sampai pegang obor. Ini baru pertama kali saya lihat di Anambas,” ujar Yuzrial.

Ia menilai kehadiran wisman tersebut menunjukkan bahwa budaya dan tradisi lokal memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, mampu menarik minat wisatawan mancanegara.

“Mereka terlihat antusias dan ingin tahu tentang budaya kita. Ini tentu hal yang membanggakan bagi masyarakat Anambas,” tambahnya.

Menurut informasi yang dihimpun, para wisman memang tertarik untuk belajar tentang budaya dan tradisi lokal. Pawai takbir menjadi salah satu pengalaman langsung yang mereka ikuti.

Sementara itu, pawai takbir diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat dari sejumlah masjid dan organisasi. Beragam kreativitas ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Selain sebagai syiar agama, pawai ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan.

Dengan keikutsertaan wisman, pawai takbir tahun ini terasa berbeda dari biasanya. Momen ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan budaya Anambas ke tingkat internasional. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Belajar Membaca Laut Sejak Dini: Pelajar Anambas Dibekali Ilmu Keselamatan

Belajar Membaca Laut Sejak Dini: Pelajar Anambas Dibekali Ilmu Keselamatan

SKK Migas, Medco E&P, dan BPBD Anambas mengedukasi pelajar tentang keselamatan laut dan cuaca ekstrem serta membagikan 35 rompi pelampung.

Cath Lab Sudah Ada di RSUD Tarempa, Tapi Belum Bisa Dipakai. Ini Kendalanya

Cath Lab Sudah Ada di RSUD Tarempa, Tapi Belum Bisa Dipakai. Ini Kendalanya

Kemenkes menghadirkan cath lab dan peralatan KJSU di RSUD Tarempa. Namun, layanan belum berjalan karena izin dan keterbatasan tenaga ahli.

RSUD Tarempa Naik Kelas dari Tipe D Menjadi Tipe C, Pelayanan BPJS Berubah

RSUD Tarempa Naik Kelas dari Tipe D Menjadi Tipe C, Pelayanan BPJS Berubah

RSUD Tarempa di Anambas resmi naik status dari tipe D menjadi tipe C sejak April 2026 setelah dilengkapi gedung dan peralatan medis baru.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer