Batampos - Ada yang tak biasa dalam malam perayaan Idulfitri di Anambas, Jumat (20/3/2026) malam tadi. Pada malam takbir itu, bukan hanya warga lokal saja yang turut meramaikan malam takbir, melainkan belasan wisatawan mancanegara asal Denmark turut serta. Mereka antusias membawa obor dengan wajah sumringah.
Sontak, banyak mata tertuju kepada mereka. Warga lokal pun antusias dan heboh melihat mereka turut serta berbaur memeriahkan malam takbiran.
Diketahui, para wisatawan itu bergabung dalam rombongan Masjid Jami' Nurul Ihsan, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan. Mereka berjalan bersama peserta lain mengikuti rute yang telah ditentukan.
Tidak hanya menyaksikan, para wisman juga ikut langsung dalam barisan pawai. Mereka bahkan terlihat memegang obor yang telah dihidupkan, sama seperti peserta lainnya.
Aksi tersebut membuat masyarakat terkejut sekaligus kagum. Pasalnya, jarang wisatawan asing ikut dalam tradisi keagamaan seperti pawai takbir.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para wisman tampak menikmati suasana. Mereka juga beberapa kali berinteraksi dengan warga yang penasaran dengan kehadiran mereka.
Kehadiran wisatawan ini dinilai menjadi pengalaman baru bagi masyarakat setempat. Banyak warga yang merasa bangga karena budaya lokal mendapat perhatian dari luar negeri.
Salah seorang warga, Yuzrial, mengaku terkejut melihat wisatawan asing ikut dalam pawai takbir. Menurutnya, hal tersebut merupakan momen yang jarang terjadi.
“Saya kaget juga melihat orang luar negeri ikut pawai takbir, apalagi sampai pegang obor. Ini baru pertama kali saya lihat di Anambas,” ujar Yuzrial.
Ia menilai kehadiran wisman tersebut menunjukkan bahwa budaya dan tradisi lokal memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, mampu menarik minat wisatawan mancanegara.
“Mereka terlihat antusias dan ingin tahu tentang budaya kita. Ini tentu hal yang membanggakan bagi masyarakat Anambas,” tambahnya.
Menurut informasi yang dihimpun, para wisman memang tertarik untuk belajar tentang budaya dan tradisi lokal. Pawai takbir menjadi salah satu pengalaman langsung yang mereka ikuti.
Sementara itu, pawai takbir diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat dari sejumlah masjid dan organisasi. Beragam kreativitas ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Selain sebagai syiar agama, pawai ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan.
Dengan keikutsertaan wisman, pawai takbir tahun ini terasa berbeda dari biasanya. Momen ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan budaya Anambas ke tingkat internasional. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak