Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inflasi Batam Sebesar 3,68 Persen, Didorong Lonjakan Harga Pangan

R
Penulis: Rengga Yuliandra❯
Warga saat membeli beras di pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji.
Warga saat membeli beras di pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji.

batampos - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Desember 2025 sebesar 3,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,67. Inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran utama.


Advertisement

Kepala BPS Kota Batam Eko Aprianto menyampaikan, inflasi y-on-y terjadi seiring meningkatnya harga berbagai komoditas sepanjang Desember 2025. “Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2025 menunjukkan adanya kenaikan,” ujarnya, Rabu (7/1).

BPS mencatat, inflasi y-on-y disumbang oleh naiknya sebelas kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 5,17 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 18,03 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,38 persen, serta transportasi 2,07 persen.

Kelompok lainnya yang turut mengalami kenaikan yakni pakaian dan alas kaki 2,43 persen, kesehatan 2 persen, pendidikan 1,32 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,08 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,56 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 0,29 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,04 persen.

Advertisement

Selain inflasi tahunan, Batam juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 1,14 persen, seiring kenaikan IHK dari 110,41 pada November 2025 menjadi 111,67. Sementara inflasi year to date (y-to-d) tercatat sebesar 3,68 persen.

Berdasarkan komoditas, inflasi y-on-y paling dominan disumbang oleh emas perhiasan, cabai merah, daging ayam ras, angkutan udara, cabai rawit, sewa rumah, sigaret kretek mesin (SKM), biaya akademi/perguruan tinggi, nasi dengan lauk, daging sapi, serta sejumlah komoditas pangan lainnya.

Sementara itu, komoditas yang menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi y-on-y antara lain bawang merah, tomat, bawang putih, angkutan laut, sabun mandi cair, kacang panjang, ayam hidup, ikan kembung, dan sawi hijau.

Advertisement

Untuk inflasi m-to-m, komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga meliputi angkutan udara, cabai rawit, daging ayam ras, emas perhiasan, cabai merah, sayuran hijau, telur ayam ras, dan bensin. Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain angkutan laut, jeruk, ikan laut, kentang, bawang putih, mi instan, susu bubuk balita, popok bayi sekali pakai, dan produk perawatan tubuh.

Eko menambahkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,49 persen terhadap inflasi y-on-y. “Kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan rokok masih menjadi faktor utama pendorong inflasi di Batam,” katanya. (*)

Advertisement
Editor : Ahmadi Sultan

Artikel Terkait

Pak Wali, Harga Cabai Batam Tembus Rp95 Ribu per Kg

Pak Wali, Harga Cabai Batam Tembus Rp95 Ribu per Kg

Harga cabai merah di Pasar Fanindo Batam tembus Rp95 ribu per kg. Kenaikan bahan pangan terjadi di tengah inflasi Batam 3,61 persen.

Inflasi Batam 3,61 Persen, Harga Pangan hingga Ongkos Transportasi Makin Membebani Warga

Inflasi Batam 3,61 Persen, Harga Pangan hingga Ongkos Transportasi Makin Membebani Warga

Inflasi Batam mencapai 3,61 persen pada Oktober 2026. Harga pangan, bensin, transportasi, dan makanan jadi ikut menekan pengeluaran warga.

 Biaya Hidup di Batam makin Berat

Biaya Hidup di Batam makin Berat

Inflasi Batam mencapai 3,65 persen pada September 2026. Transportasi, pangan, restoran, dan perawatan pribadi menjadi penyumbang utama.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer