Cuaca Ekstrem Ancam Perairan Batam, Pengguna Transportasi Laut Diminta Waspada

batampos – Ancaman cuaca ekstrem di wilayah perairan Batam kembali menjadi perhatian aparat kepolisian.
Unit Patroli Satpolairud Polresta Barelang turun langsung memberikan imbauan kepada penggna transportasi laut, seperti nelayan pancung, kru kapal motor kayu, serta tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Rakyat Tanjunguma, Kecamatan Lubukbaja, Kamis (9/4).
Kegiatan sambang dialogis ini dipimpin Iptu Zia Ul Hak bersama personel Bripka Candra Kirana, Bripda Fitrah, dan Bripda Boy.
Baca Juga: Cekcok Rumah Tangga WNA di Sukajadi Sempat Picu Ketegangan Warga, Polisi Turun Tangan
Di lapangan, petugas mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu. Nelayan diminta tidak mengabaikan tanda-tanda alam sebelum melaut, mengingat angin kencang dan gelombang tinggi dapat terjadi secara tiba-tiba.
Selain itu, nelayan dan kru kapal juga diimbau memastikan kelengkapan alat keselamatan. Penggunaan life jacket dan life buoy dinilai wajib sebagai langkah antisipasi saat terjadi kondisi darurat di laut.
Petugas juga menekankan agar masyarakat pesisir tidak memaksakan diri melaut saat cuaca buruk. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan aktivitas ekonomi.
Imbauan tersebut mendapat respons positif dari para nelayan. Andi (45), nelayan pancung di Tanjung Uma, mengaku peringatan seperti ini membantu mereka dalam mengambil keputusan.
“Kadang kami nekat berangkat karena kebutuhan. Tapi dengan adanya imbauan dari polisi, kami jadi lebih waspada. Kalau cuaca buruk, sekarang kami lebih memilih menunda,” ujarnya.



