
batampos – Tekanan ekonomi global akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat mulai memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi di daerah, termasuk di Batam.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan dampak langsung konflik global terhadap inflasi daerah belum dapat disimpulkan dalam waktu singkat.
“Untuk pengaruh inflasi setelah kurang lebih satu bulan perang, kita lihat nanti pergerakannya di April,” ujarnya, Minggu (12/4).
Baca Juga: Diplomasi Panas di Islamabad: Amerika Serikat–Iran Bertemu, Pakistan Dorong Perdamaian
Menurutnya, gejolak geopolitik biasanya memengaruhi inflasi melalui komponen pembentuk harga, terutama sektor transportasi.
“Pergerakan pada komponen seperti angkutan udara akan ikut memengaruhi inflasi,” jelasnya.
Inflasi Maret Masih Terkendali
Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Batam pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,20.
Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi berada di angka 0,11 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar 0,47 persen.
Kenaikan harga terjadi di hampir seluruh kelompok pengeluaran, di antaranya:



