Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perpanjangan UWTO Bisa Selesai 5 Hari, BP Batam Klaim Layanan Tak Dipersulit

R
Penulis: Rengga Yuliandra❯
Direktur Pengelolaan Lahan BP Batam, Harlas Buana / Humas BP Batam
Direktur Pengelolaan Lahan BP Batam, Harlas Buana / Humas BP Batam

Advertisement

batampos  – BP Batam menegaskan bahwa proses perpanjangan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) tidak dipersulit selama pemohon memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Direktur Pengelolaan Lahan BP Batam, Harlas Buana, menyebutkan bahwa salah satu syarat utama adalah lahan yang diajukan telah terbangun secara fisik.

“Kalau syaratnya terpenuhi, khususnya lahannya sudah dibangun, prosesnya cepat. SLA kami lima hari kerja,” ujar Harlas, Senin (4/5).

Advertisement

Ia menegaskan, anggapan bahwa proses UWTO berbelit tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, keterlambatan umumnya terjadi karena dokumen atau kondisi lahan belum memenuhi ketentuan.

Untuk meningkatkan pelayanan, BP Batam juga menghadirkan inovasi melalui program BLING (Batam Layanan Keliling). Program ini memungkinkan petugas mendatangi langsung kawasan perumahan guna membantu masyarakat dalam mengurus perpanjangan UWTO.

“Kami jemput bola, terutama untuk membantu masyarakat lanjut usia yang kesulitan memahami sistem,” katanya.

Advertisement

Harlas juga mengimbau masyarakat untuk mengurus sendiri perpanjangan UWTO tanpa melalui pihak ketiga atau calo. Menurutnya, sistem layanan yang ada saat ini sudah cukup transparan dan mudah diakses.

“Kami harap masyarakat tidak menggunakan jasa perantara. Urus sendiri, prosesnya sudah kami sederhanakan,” ujarnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

 Investasi Pengolahan Air Laut Capai Rp500 Miliar

Investasi Pengolahan Air Laut Capai Rp500 Miliar

BP Batam mendorong perusahaan data center membangun SWRO untuk memenuhi kebutuhan air industri. Investasinya diperkirakan Rp400–500 miliar.

Amsakar Minta Pemko Batam dan BP Batam Percepat Serapan Anggaran

Amsakar Minta Pemko Batam dan BP Batam Percepat Serapan Anggaran

Amsakar Achmad meminta Pemko Batam dan BP Batam mempercepat serapan anggaran serta menuntaskan masalah air bersih, banjir, dan sampah.

Pupuk Indonesia Jajaki Pabrik Amonia Rp8 Triliun di Batam, Butuh 100 Juta Kaki Kubik Gas per Hari

Pupuk Indonesia Jajaki Pabrik Amonia Rp8 Triliun di Batam, Butuh 100 Juta Kaki Kubik Gas per Hari

Pupuk Indonesia menjajaki investasi pabrik amonia Rp8 triliun di Batam. Proyek ini membutuhkan 100 juta kaki kubik gas per hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer