
batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Kepulauan Riau, tengah mengkaji skema pengelolaan dan pengangkutan sampah dengan melibatkan pihak swasta secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas layanan persampahan di kota tersebut.
Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Batam, Aidil Sahalo, mengatakan kajian ini merupakan respons atas berbagai persoalan pengangkutan sampah yang masih menjadi tantangan di Batam.
“Ada beberapa keinginan pimpinan yang diharapkan dapat dijawab melalui kajian ini, salah satunya bagaimana mengoptimalkan pengangkutan sampah di Kota Batam,” ujar Aidil di Batam, Senin.
Baca Juga: PUPR Anambas Akan Tinjau Ulang ASN Penghuni Rumah Bantuan Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Rekomendasi Penataan TPS hingga Zonasi Pengangkutan
Berdasarkan laporan akhir tim ahli, terdapat sejumlah rekomendasi untuk memperbaiki tata kelola pengangkutan sampah di Batam.
Di antaranya penataan titik kumpul sampah berupa tempat penampungan sementara (TPS) dan bin container untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain itu, diperlukan penyesuaian jenis dan jumlah kendaraan pengangkut sesuai tonase serta rute berbasis zonasi kecamatan.
“Secara umum tim ahli merekomendasikan pengangkutan sampah dilakukan melalui swastanisasi secara bertahap, baik kawasan atau zonasinya maupun tonase sampah yang diserahkan pengangkutannya,” katanya.



