Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPBL Batam Sebut Minat Budidaya Lobster di Kepri Meningkat

A
Penulis: Antara❯
Petugas menunjukkan benih bening lobster (BBL) hasil pengembangan budidaya di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (23/5/2026). BPBL Batam menyebut minat masyarakat terhadap budidaya lobster dengan sistem modeling mulai meningkat seiring pengembangan teknologi budidaya dalam dua tahun terakhir.  / istimewa
Petugas menunjukkan benih bening lobster (BBL) hasil pengembangan budidaya di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (23/5/2026). BPBL Batam menyebut minat masyarakat terhadap budidaya lobster dengan sistem modeling mulai meningkat seiring pengembangan teknologi budidaya dalam dua tahun terakhir. / istimewa

Advertisement

batampos - Balai Perikanan Budidaya Laut Batam menyebut minat masyarakat terhadap budidaya lobster dengan sistem modeling mulai meningkat dalam dua tahun terakhir seiring pengembangan teknologi budidaya yang terus dilakukan.

Kepala BPBL Batam, Ipong Adi Guna, mengatakan wilayah Kepulauan Riau, khususnya Batam, memiliki kualitas perairan yang sangat mendukung untuk pengembangan budidaya lobster.

“Secara teknis, kualitas perairan di Kepri dan Batam cukup baik untuk kegiatan budidaya lobster. Hal ini sudah kami lakukan melalui pengembangan modeling budidaya lobster di BPBL Batam dan hasilnya berjalan baik,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Sabtu.

Advertisement

 

Baru 13 Pembudidaya Terverifikasi

Ipong menjelaskan hingga saat ini terdapat 13 pembudidaya lobster di wilayah kerja BPBL Batam yang meliputi Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatera Barat yang telah memiliki izin usaha dan terverifikasi.

Advertisement

Namun, teknologi modeling budidaya lobster dari benih bening lobster (BBL) hingga ukuran konsumsi masih didominasi BPBL Batam karena sistem tersebut tergolong baru diterapkan.

“Kegiatan modeling budidaya lobster ini baru berjalan sekitar dua tahun sehingga masyarakat masih banyak yang belum menerapkannya,” katanya.

 

Budidaya Tradisional Masih Dominan

Menurut Ipong, sebagian besar masyarakat di wilayah Kepri masih menjalankan usaha pembesaran lobster secara tradisional.

Pembudidaya umumnya menggunakan benih hasil tangkapan alam, bukan benih bening lobster hasil pengembangan modeling budidaya.

Advertisement

Artikel Terkait

Lobster Hasil Budidaya Batam Tembus Singapura

Lobster Hasil Budidaya Batam Tembus Singapura

n: Budidaya lobster di Batam berhasil menghasilkan lobster ukuran konsumsi yang diekspor 339,5 kg ke Singapura dengan respons pasar positif.

Bareskrim Bongkar Penyelundupan 73 Ribu Benih Lobster, Transaksi Ditaksir Rp177 Miliar

Bareskrim Bongkar Penyelundupan 73 Ribu Benih Lobster, Transaksi Ditaksir Rp177 Miliar

Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 73 ribu benih bening lobster yang diduga akan dikirim ke Vietnam dan menangkap dua orang.

73 Ribu Benih Lobster hendak Diselundupkan ke Vietnam

73 Ribu Benih Lobster hendak Diselundupkan ke Vietnam

Sebanyak 73 ribu benih lobster yang gagal diselundupkan ke Vietnam dibawa ke Batam untuk dibesarkan di fasilitas budidaya KKP.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer