
batampos – Budidaya lobster di Batam mulai menunjukkan hasil. Lobster hasil uji coba pembesaran yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mencapai ukuran konsumsi dan dipasarkan hingga ke Singapura.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan, keberhasilan tersebut membuktikan lobster dapat dibudidayakan sejak fase benih bening lobster (BBL) hingga mencapai ukuran pasar.
"Ini menunjukkan kami bisa membudidayakan lobster mulai dari tahap BBL hingga ukuran pasar, dan hasilnya sudah bisa dijual serta diekspor," kata Haeru dalam keterangan resmi KKP yang dirilis Jumat.
Dari uji coba budidaya lobster di Batam, sebanyak 339,5 kilogram lobster telah dijual ke Singapura. Produk tersebut mendapat respons positif dari pasar.
Pengiriman berikutnya ditargetkan dilakukan pada November 2026.
Budidaya Lobster Batam Jadi Model Pengembangan
Keberhasilan uji coba di Batam mendorong KKP menyiapkan pengembangan budidaya lobster ke sejumlah daerah lain di Indonesia.
Haeru mengatakan, model budidaya yang berhasil diterapkan di Batam akan dikembangkan di wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat potensi ekspor.
Setelah Batam dan Nusa Tenggara Barat, KKP berencana mengembangkan model budidaya lobster di Situbondo, Jawa Timur.
Pengembangan tersebut dirancang berdasarkan pembagian wilayah. Fasilitas budidaya di Batam akan melayani kawasan Indonesia bagian barat, Situbondo untuk wilayah tengah, sedangkan Lombok dan Nusa Tenggara Barat diarahkan untuk mendukung kawasan Indonesia bagian timur.
"Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas budidaya lobster sekaligus membangun rantai pasok yang mampu memenuhi kebutuhan pasar," ujar Haeru.



