Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PT Idros Gandeng Pelajar Pulihkan Ekosistem Pesisir, Tanam 450 Mangrove di Sei Beduk 

M
Penulis: Muhammad Sya'ban❯
PT Idros Services menanam 450 bibit mangrove di kawasan pesisir Sei Beduk, Batam, bersama pelajar, komunitas, dan pemerintah sebagai upaya rehabilitasi lingkungan serta pelestarian ekosistem pesisir yang berkelanjutan. Foto: M. Syaban/Batam Pos
PT Idros Services menanam 450 bibit mangrove di kawasan pesisir Sei Beduk, Batam, bersama pelajar, komunitas, dan pemerintah sebagai upaya rehabilitasi lingkungan serta pelestarian ekosistem pesisir yang berkelanjutan. Foto: M. Syaban/Batam Pos

Advertisement

batampos - Menanam mangrove bukan sekadar menambah jumlah pohon di kawasan pesisir. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga garis pantai, melindungi habitat laut, sekaligus menghadapi ancaman perubahan iklim.

Semangat itulah yang dibawa PT Idros Services saat menanam 450 bibit mangrove di kawasan hutan pesisir Sei Beduk, Batam, Sabtu (1/8). Kegiatan konservasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelajar, mahasiswa pencinta alam, komunitas lingkungan, relawan, hingga pemerintah melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam.

Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh setiap 26 Juli. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program rehabilitasi kawasan pesisir Batam yang mengalami tekanan akibat aktivitas pembangunan dan perubahan lingkungan.

Tidak hanya melakukan penanaman, para peserta juga membersihkan kawasan sekitar hutan mangrove dari berbagai jenis sampah yang tersangkut di antara akar tanaman. Sampah plastik, kemasan sekali pakai, hingga limbah rumah tangga yang terbawa arus pasang dikumpulkan untuk mengurangi ancaman terhadap ekosistem pesisir.

Assistant Base Manager PT Idros Services Batam, Setiawan Hermanto, mengatakan kegiatan konservasi mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program keberlanjutan lingkungan.

Advertisement

Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara perusahaan, pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat agar upaya pelestarian dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami melihat tantangan lingkungan dan perubahan iklim semakin nyata. Karena itu, perusahaan ingin mengambil bagian melalui kegiatan yang memberikan dampak positif dalam jangka panjang,” ujar Setiawan.

Ia menjelaskan, keberadaan mangrove memiliki peran penting bagi kawasan pesisir. Selain menjadi pelindung alami dari abrasi dan gelombang laut, mangrove juga menjadi rumah bagi berbagai biota serta memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar.

Advertisement

Artikel Terkait

    8 Rumah di Mangsang Dibongkar, Warga Hadang Alat Berat

8 Rumah di Mangsang Dibongkar, Warga Hadang Alat Berat

Delapan rumah di Mangsang dibongkar tim terpadu setelah negosiasi sagu hati antara warga dan perusahaan tidak mencapai kesepakatan.

Warga Pancur Tewas Tergantung, Keluarga Tolak Autopsi

Warga Pancur Tewas Tergantung, Keluarga Tolak Autopsi

Putra Arcangela, 22, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di kawasan Ruli Pancur Swadaya, Sungai Beduk. Keluarga menolak autopsi

    Curanmor di Rusun Muka Kuning Digagalkan Warga, Pria 26 Tahun Diamankan

Curanmor di Rusun Muka Kuning Digagalkan Warga, Pria 26 Tahun Diamankan

Aksi dugaan pencurian sepeda motor di Parkiran Rusun Pemko Muka Kuning, Sei Beduk, Batam, berhasil digagalkan warga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer