Li Claudia Soroti Arus Migrasi ke Batam: Jangan Sampai Datang Tak Dapat Kerja

batampos – Arus migrasi penduduk ke Batam disebut semakin tinggi. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Batam karena peningkatan jumlah pendatang tidak selalu diikuti ketersediaan lapangan pekerjaan.
Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan insan pers di Gedung Marketing BP Batam.
Menurut Li, daya tarik Batam sebagai kawasan industri membuat kota ini menjadi tujuan pencari kerja dari berbagai daerah. Peluang kerja yang dinilai lebih besar dibandingkan sejumlah daerah lain menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat datang ke Batam.
Ia mengibaratkan Batam sebagai gula yang menarik semut untuk berdatangan.
“Batam ini termasuk lima kota dan kabupaten yang gula. Yang semut pada mau ke sini, dan orang datang pada mau cari kerja,” kata Li.
Li mengatakan, beberapa bulan sebelumnya Batam berada di posisi kelima daerah dengan tingkat migrasi penduduk yang tinggi. Daerah lain yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Bogor, Bekasi, Bandung, dan Kabupaten Tangerang.
“Beberapa bulan yang lalu, Batam nomor lima, yang migrasi penduduknya sangat banyak,” ujarnya.
Namun, setelah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Li mengaku mendapat informasi terbaru bahwa posisi Batam kini disebut berada di urutan pertama dalam tingkat migrasi.
“Itu kan jadi takut saya, jadi harus hati-hati,” kata Li.



